Nagri Pustaka: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sejarah, dan Budaya
Vol. 4 No. 1 (2026): Nagri Pustaka: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sejarah, dan Budaya

Sejarah Pemikiran Gus Dur sebagai Sumber Perumusan Nilai Gerakan PMII Rayon Abdurrahman Wahid UIN Walisongo Semarang

Alaik Dzulni'a Mussya'ban Zidnal Fais (Universitas Islam Negeri Islam Walisongo, Semarang, Indonesia)
Fanny Ayu Az Zahra (Universitas Islam Negeri Islam Walisongo, Semarang, Indonesia)
Naqiya Karimah Amanina (Universitas Islam Negeri Islam Walisongo, Semarang, Indonesia)
Mawarda Alistina Fia Ningtyas (Universitas Islam Negeri Islam Walisongo, Semarang, Indonesia)
M. Rikza Chamami (Universitas Islam Negeri Islam Walisongo, Semarang, Indonesia)



Article Info

Publish Date
10 Jan 2026

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis internalisasi nilai-nilai pemikiran K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dalam gerakan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Abdurrahman Wahid UIN Walisongo Semarang. Kajian ini berangkat dari pentingnya memahami bagaimana gagasan pluralisme, humanisme, dan keadilan sosial diterjemahkan ke dalam praktik kaderisasi organisasi mahasiswa Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan untuk memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai proses internalisasi nilai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai humanisme universal, pluralisme, keadilan sosial, kebebasan berpikir, dan keberanian moral telah menjadi bagian integral dari budaya organisasi dan proses kaderisasi PMII Rayon Abdurrahman Wahid. Internalisasi tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengabdian masyarakat, dialog lintas identitas, advokasi kelompok rentan, serta tradisi diskusi kritis yang mendorong tumbuhnya kesadaran sosial kader. Temuan ini menunjukkan bahwa pemikiran Gus Dur tidak berhenti sebagai simbol organisasi, melainkan berfungsi sebagai landasan nilai yang membentuk orientasi gerakan dan identitas kader dalam kehidupan sosial yang majemuk. This study examines the internalization of K.H. Abdurrahman Wahid’s (Gus Dur) values within the Indonesian Islamic Student Movement (PMII) of the Abdurrahman Wahid Rayon at UIN Walisongo Semarang. The research is grounded in the need to understand how the principles of pluralism, humanism, and social justice are translated into the organizational culture and cadre development of an Islamic student movement. Employing a qualitative approach, data were collected through interviews, observations, and document analysis. The data were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing to generate a comprehensive understanding of the value internalization process. The findings reveal that universal humanism, pluralism, social justice, freedom of thought, and moral courage have become integral components of both organizational practices and cadre formation. These values are reflected in community engagement programs, interfaith interactions, advocacy for marginalized groups, and critical intellectual discussions. The study concludes that Gus Dur’s intellectual legacy functions not merely as a symbolic organizational identity but as a living ethical framework that shapes the worldview, social commitment, and movement orientation of PMII cadres within a diverse society

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

nagripustaka

Publisher

Subject

Humanities Education Social Sciences Other

Description

Education Covers social education studies such as history, geography, sociology, civic education, economics and those related to character education. History History is the study of past events that support the development of nationalism and the formation of national character. Its main focus is on ...