Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan yang signifikan dalam dunia pendidikan, baik dalam proses pembelajaran maupun dalam pembentukan karakter peserta didik. Di satu sisi, era digital memberikan kemudahan akses terhadap informasi dan pengetahuan, tetapi di sisi lain juga menghadirkan berbagai tantangan seperti menurunnya etika komunikasi, penyebaran informasi yang tidak valid, perundungan siber, serta berkurangnya interaksi sosial secara langsung. Dalam menghadapi kondisi tersebut, falsafah pendidikan memiliki peran penting sebagai landasan dalam membentuk karakter peserta didik agar mampu memanfaatkan teknologi secara bijaksana dan bertanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran falsafah pendidikan dalam membangun karakter peserta didik di era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research). Data diperoleh dari berbagai sumber sekunder berupa buku, jurnal ilmiah, hasil penelitian terdahulu, serta dokumen kebijakan pendidikan yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa falsafah pendidikan berperan sebagai dasar dalam penanaman nilai-nilai karakter seperti religiusitas, integritas, tanggung jawab, kemandirian, disiplin, dan kepedulian sosial. Selain itu, falsafah pendidikan memberikan arah bagi guru dan lembaga pendidikan dalam mengintegrasikan pendidikan karakter ke dalam proses pembelajaran di era digital. Guru memiliki peran strategis dalam mengimplementasikan nilai-nilai filosofis melalui keteladanan, pembiasaan, dan penciptaan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan karakter peserta didik. Dengan demikian, falsafah pendidikan tetap relevan dan menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya cakap secara teknologi, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, beretika, dan bertanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat.