Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Fomo (Fear of Missing Out) Terhadap Gaya Hidup Konsumtif Mahasiswa dalam Mengikuti Tren Fashion Nur Zahira Meli; Ratih Ikawaty; Rauf A Hatu
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.10127

Abstract

Fenomena Fear of Missing Out (FoMO) semakin berkembang di kalangan mahasiswa seiring meningkatnya penggunaan media sosial dan paparan tren fashion digital. Kondisi ini mendorong individu untuk selalu mengikuti informasi, aktivitas, dan tren yang sedang populer sehingga berpotensi memengaruhi perilaku konsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Fear of Missing Out (FoMO) terhadap gaya hidup konsumtif mahasiswa dalam mengikuti tren fashion pada mahasiswa Sosiologi Universitas Negeri Gorontalo. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatif. Populasi penelitian berjumlah 184 mahasiswa angkatan 2024 dan 2025, dengan sampel sebanyak 64 responden yang ditentukan menggunakan teknik simple random sampling berdasarkan rumus Slovin. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terstruktur menggunakan kuesioner berskala Likert dan dokumentasi. Analisis data meliputi uji validitas, reliabilitas, normalitas, regresi linear berganda, koefisien korelasi, koefisien determinasi, dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh instrumen penelitian valid dan reliabel dengan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,920. Uji normalitas menunjukkan data berdistribusi normal dengan nilai signifikansi 0,072. Hasil uji t menunjukkan bahwa keinginan untuk selalu terhubung, pengaruh media sosial, dan konformitas sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku konsumtif mahasiswa. Nilai koefisien determinasi sebesar 0,794 menunjukkan bahwa 79,4% variasi gaya hidup konsumtif dapat dijelaskan oleh variabel FoMO, sedangkan sisanya dipengaruhi faktor lain di luar penelitian. Dengan demikian, FoMO terbukti memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap gaya hidup konsumtif mahasiswa dalam mengikuti tren fashion.  
Pengaruh Lingkungan Sosial terhadap Keputusan Ibu-Ibu dalam Mengambil Pinjaman di Koperasi Desa Hutadaa Kecamatan Telaga Jaya Kabupaten Gorontalo Natasya Nento; Ratih Ikawaty; Rauf A Hatu
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.10150

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lingkungan sosial terhadap keputusan ibu-ibu dalam mengambil pinjaman di koperasi Desa Hutadaa, Kecamatan Telaga Jaya, Kabupaten Gorontalo. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada tingginya pemanfaatan pinjaman koperasi oleh ibu rumah tangga untuk memenuhi berbagai kebutuhan ekonomi keluarga. Lingkungan sosial yang meliputi pengaruh keluarga, dukungan teman sebaya atau tetangga, serta norma dan nilai masyarakat diduga turut memengaruhi keputusan tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian berjumlah 178 ibu rumah tangga di Dusun V Desa Hutadaa, dengan sampel sebanyak 64 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert yang disebarkan menggunakan Google Form dan dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, normalitas, regresi linier berganda, koefisien determinasi, serta uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial hanya variabel pengaruh keluarga yang berpengaruh signifikan terhadap keputusan ibu-ibu dalam mengambil pinjaman di koperasi (Sig. = 0,004), sedangkan dukungan teman sebaya atau tetangga (Sig. = 0,398) serta norma dan nilai masyarakat (Sig. = 0,747) tidak berpengaruh signifikan. Namun, secara simultan ketiga variabel lingkungan sosial berpengaruh signifikan terhadap keputusan ibu-ibu dalam mengambil pinjaman di koperasi (Sig. = 0,034). Nilai koefisien determinasi sebesar 13,4% menunjukkan bahwa keputusan pinjaman lebih banyak dipengaruhi oleh faktor lain, terutama kondisi ekonomi rumah tangga dan kebutuhan hidup yang mendesak. Temuan ini menunjukkan bahwa keputusan ibu-ibu dalam mengambil pinjaman cenderung didasarkan pada pertimbangan rasional dan kebutuhan ekonomi keluarga dibandingkan pengaruh lingkungan sosial.