Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Relevansi Tradisi Tumbilotohe Untuk Penguatan Civic Culture Di Era Modern Mais Nurdin; Rauf A Hatu; Ais Nurdin; Nurinda Ibrahim; Eka Haspy Mubianti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5289

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap secara mendalam relevansi Tradisi Tumbilotohe untuk penguatan civic culture di era modern dengan menjadikan tradisi tersebut sebagai pintu masuk untuk memahami hubungan antara warisan budaya lokal dan pembentukan karakter kewargaan masyarakat Gorontalo. Metode dalam penelitian ini kualitatif deskriptif, data dihimpun melalui observasi langsung pelaksanaan Tumbilotohe, wawancaradan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tumbilotohe masih berfungsi sebagai warisan budaya penting karena memuat nilai religius, kebersamaan, penghormatan terhadap leluhur, serta ikatan kekeluargaan yang kuat, yang secara nyata tercermin dalam praktik gotong royong, kebiasaan berkumpul, dan simbol lampu sebagai representasi kehidupan dan penghormatan bagi anggota keluarga yang telah tiada. Selain itu juga, bahwa proses modernisasi, melalui pergeseran penggunaan lampu tradisional ke lampu hias modern dan semakin dominannya unsur hiburan seperti konser dan tontonan estetis telah mengaburkan sebagian esensi spiritual dan sosial Tumbilotohe, sehingga tradisi berpotensi direduksi menjadi sekadar perayaan seremonial dan atraksi visual. Kondisi ini mengindikasikan adanya ketegangan antara pelestarian makna dan tuntutan modernitas. Oleh karena itu, penelitian ini menegaskan perlunya upaya sadar dan terarah dari masyarakat, pemerintah daerah, dan lembaga pendidikan untuk melestarikan tidak hanya bentuk luar tradisi, tetapi juga menghidupkan kembali makna filosofisnya melalui edukasi, internalisasi nilai, dan revitalisasi praktik sosial, agar Tumbilotohe tetap berperan sebagai penopang jati diri budaya dan kohesi sosial masyarakat Gorontalo di tengah arus perubahan zaman.
Adaptasi Petani dalam Perubahan Iklim Muh. Ikhsan Inombi; Rauf A Hatu; Sainudin Latare
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8683

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi adaptasi petani dalam menghadapi perubahan iklim di Desa Sinombayuga, Kecamatan Posigadan, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan. Perubahan iklim yang ditandai dengan ketidakpastian musim, perubahan pola curah hujan, meningkatnya suhu udara, serta cuaca ekstrem memberikan dampak signifikan terhadap aktivitas pertanian dan hasil produksi petani. Kondisi tersebut menyebabkan petani menghadapi berbagai tantangan, seperti keterlambatan masa tanam, penurunan produktivitas lahan, hingga risiko gagal panen. Oleh karena itu, petani dituntut untuk melakukan berbagai bentuk penyesuaian agar usaha tani tetap berjalan dan kebutuhan ekonomi keluarga dapat terpenuhi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani di Desa Sinombayuga menerapkan beberapa strategi adaptasi dalam menghadapi perubahan iklim, yaitu penyesuaian pola tanam berdasarkan pengetahuan lokal, diversifikasi komoditas dan lahan pertanian, serta penguatan kerja sama antarpetani. Pengetahuan lokal dimanfaatkan sebagai pedoman dalam menentukan waktu tanam dan teknik budidaya yang sesuai dengan kondisi cuaca. Diversifikasi tanaman dan lahan dilakukan untuk mengurangi risiko kerugian akibat cuaca yang tidak menentu. Selain itu, kerja sama antarpetani dilakukan melalui kegiatan saling membantu, berbagi informasi mengenai cuaca, serangan hama, dan perkembangan harga pasar guna menjaga ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat desa secara berkelanjutan.
Pengaruh Fomo (Fear of Missing Out) Terhadap Gaya Hidup Konsumtif Mahasiswa dalam Mengikuti Tren Fashion Nur Zahira Meli; Ratih Ikawaty; Rauf A Hatu
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.10127

Abstract

Fenomena Fear of Missing Out (FoMO) semakin berkembang di kalangan mahasiswa seiring meningkatnya penggunaan media sosial dan paparan tren fashion digital. Kondisi ini mendorong individu untuk selalu mengikuti informasi, aktivitas, dan tren yang sedang populer sehingga berpotensi memengaruhi perilaku konsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Fear of Missing Out (FoMO) terhadap gaya hidup konsumtif mahasiswa dalam mengikuti tren fashion pada mahasiswa Sosiologi Universitas Negeri Gorontalo. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatif. Populasi penelitian berjumlah 184 mahasiswa angkatan 2024 dan 2025, dengan sampel sebanyak 64 responden yang ditentukan menggunakan teknik simple random sampling berdasarkan rumus Slovin. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terstruktur menggunakan kuesioner berskala Likert dan dokumentasi. Analisis data meliputi uji validitas, reliabilitas, normalitas, regresi linear berganda, koefisien korelasi, koefisien determinasi, dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh instrumen penelitian valid dan reliabel dengan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,920. Uji normalitas menunjukkan data berdistribusi normal dengan nilai signifikansi 0,072. Hasil uji t menunjukkan bahwa keinginan untuk selalu terhubung, pengaruh media sosial, dan konformitas sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku konsumtif mahasiswa. Nilai koefisien determinasi sebesar 0,794 menunjukkan bahwa 79,4% variasi gaya hidup konsumtif dapat dijelaskan oleh variabel FoMO, sedangkan sisanya dipengaruhi faktor lain di luar penelitian. Dengan demikian, FoMO terbukti memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap gaya hidup konsumtif mahasiswa dalam mengikuti tren fashion.  
Pengaruh Lingkungan Sosial terhadap Keputusan Ibu-Ibu dalam Mengambil Pinjaman di Koperasi Desa Hutadaa Kecamatan Telaga Jaya Kabupaten Gorontalo Natasya Nento; Ratih Ikawaty; Rauf A Hatu
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.10150

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lingkungan sosial terhadap keputusan ibu-ibu dalam mengambil pinjaman di koperasi Desa Hutadaa, Kecamatan Telaga Jaya, Kabupaten Gorontalo. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada tingginya pemanfaatan pinjaman koperasi oleh ibu rumah tangga untuk memenuhi berbagai kebutuhan ekonomi keluarga. Lingkungan sosial yang meliputi pengaruh keluarga, dukungan teman sebaya atau tetangga, serta norma dan nilai masyarakat diduga turut memengaruhi keputusan tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian berjumlah 178 ibu rumah tangga di Dusun V Desa Hutadaa, dengan sampel sebanyak 64 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert yang disebarkan menggunakan Google Form dan dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, normalitas, regresi linier berganda, koefisien determinasi, serta uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial hanya variabel pengaruh keluarga yang berpengaruh signifikan terhadap keputusan ibu-ibu dalam mengambil pinjaman di koperasi (Sig. = 0,004), sedangkan dukungan teman sebaya atau tetangga (Sig. = 0,398) serta norma dan nilai masyarakat (Sig. = 0,747) tidak berpengaruh signifikan. Namun, secara simultan ketiga variabel lingkungan sosial berpengaruh signifikan terhadap keputusan ibu-ibu dalam mengambil pinjaman di koperasi (Sig. = 0,034). Nilai koefisien determinasi sebesar 13,4% menunjukkan bahwa keputusan pinjaman lebih banyak dipengaruhi oleh faktor lain, terutama kondisi ekonomi rumah tangga dan kebutuhan hidup yang mendesak. Temuan ini menunjukkan bahwa keputusan ibu-ibu dalam mengambil pinjaman cenderung didasarkan pada pertimbangan rasional dan kebutuhan ekonomi keluarga dibandingkan pengaruh lingkungan sosial.