Mohammad Imron
Department of Fisheries Resource Utilization, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, IPB University, Jl. Agatis, IPB Dramaga Campus, Bogor 16680, Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ASSESSMENT OF DEMERSAL FISHING UNITS AT CIKIDANG FISH LANDING BASE (FLB), PANGANDARAN: PENILAIAN UNIT PENANGKAPAN DEMERSAL DI PANGKALAN PENDARATAN IKAN (PPI) CIKIDANG, PANGANDARAN Prafio Tazanesda Raharjo; Mohammad Imron; Roza Yusfiandayani
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol. 17 No. 2 (2026): MAY 2026
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24319/jtpk.17.210-221

Abstract

Pengembangan unit penangkapan ikan demersal memerlukan pemilihan alat tangkap yang sesuai agar kegiatan penangkapan dapat berlangsung secara efisien dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan unit penangkapan ikan demersal, menganalisis unit penangkapan demersal berdasarkan aspek biologi, teknis, dan kelayakan finansial, serta menentukan alat tangkap unggulan di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Cikidang. Penelitian ini menganalisis lima jenis alat tangkap dasar, yaitu jaring insang tetap, trammel net, jaring dogol, rawai dasar, dan pukat pantai. Pengumpulan data dilakukan melalui metode purposive sampling dan sensus terhadap nelayan yang masih aktif menggunakan kelima alat tangkap tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jaring insang tetap memiliki nilai keunggulan tertinggi (V = 2,25) dibandingkan alat tangkap lainnya. Unit penangkapan ini menggunakan perahu berukuran 1–3 GT dengan mesin tempel 15 PK, konstruksi jaring bermata 2–4 inci, serta dioperasikan oleh 3–4 orang ABK dengan hasil tangkapan utama berupa ikan demersal bernilai ekonomis penting seperti kakap merah, kurisi, dan kerapu. Dengan demikian, jaring insang menjadi alat tangkap yang paling layak diprioritaskan dalam pengembangan perikanan demersal di PPI Cikidang.
EFFECTIVENESS OF UNDERWATER DIP LAMPS (LACUDA) AND CONVENTIONAL LED LAMPS IN CENTRAL BANGKA WATERS: EFEKTIVITAS LAMPU CELUP BAWAH AIR (LACUDA) DAN LAMPU LED KONVENSIONAL DI PERAIRAN BANGKA TENGAH Mohammad Imron; Triono Aries Kurnia; Ratih Kusumastuti; Puti Nursitaning Kusuma Wardani; Yomivin Varel Hendayana
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol. 16 No. 4 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24319/jtpk.16.406-415

Abstract

Perkembangan teknologi alat bantu penangkapan ikan pada bagan telah berlangsung cukup pesat, khususnya penggunaan lampu celup bawah air (LACUDA) dan lampu LED konvensional. Variasi jenis, warna, dan metode pengoperasian lampu berpengaruh terhadap jumlah, komposisi, serta produktivitas hasil tangkapan. Penelitian ini bertujuan membandingkan kinerja penangkapan bagan tancap yang menggunakan lampu celup bawah air (LACUDA) berdaya 750 watt berwarna hijau dengan lampu LED konvensional berdaya 600 watt berwarna putih. Penelitian lapangan dilaksanakan pada Oktober–November 2024 melalui enam trip penangkapan dengan total 18 kali pengangkatan. Data yang dikumpulkan meliputi produktivitas dan komposisi hasil tangkapan yang dianalisis secara deskriptif serta menggunakan uji Mann–Whitney U. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas hasil tangkapan dengan lampu LACUDA sebesar 10,07, lebih tinggi dibandingkan lampu LED konvensional sebesar 8,34. Total hasil tangkapan menggunakan LACUDA mencapai 181,3 kg, sedangkan LED konvensional 150,1 kg. Komposisi hasil tangkapan LACUDA juga lebih beragam, terdiri atas lima spesies, yaitu ikan tamban (Amblygaster leiogaster), cumi bangka (Uroteuthis chinensis), lempis (Scomberoides lysan), ciu (Selaroides leptolepis), dan teri (Stolephorus indicus), sedangkan LED konvensional hanya terdiri atas empat spesies, tanpa teri. Temuan ini menunjukkan bahwa lampu celup bawah air (LACUDA) meningkatkan produktivitas tangkapan dan keragaman spesies dibandingkan dengan lampu LED konvensional dalam operasi bagan tancap.
ASSESSMENT OF FISHING UNITS BASED ON BIOLOGICAL, TECHNICAL, AND FINANCIAL ASPECTS AT SUNGAILIAT NUSANTARA FISHERIES PORT: PENILAIAN UNIT PENANGKAPAN IKAN BERDASARKAN ASPEK BIOLOGI, TEKNIS, DAN FINANSIAL DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA SUNGAILIAT Tardha Amirah Adibah; Mohammad Imron; Mulyono Mulyono
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol. 17 No. 1 (2026): FEBRUARY 2026
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24319/jtpk.17.162-173

Abstract

Sungailiat Nusantara Fisheries Port (PPN Sungailiat) is one of the fishing ports that manages fishing activities in Bangka Waters. Bangka waters have relatively high fisheries production, but the utilization of their fishery potential was not optimal, reaching only around 21.6% of the sustainable potential. This situation is suspected to be caused by the use of traditional fishing gear and inadequate fishing boats. Therefore, it is necessary to develop fishing units to optimize the utilization of the fisheries' potential. This study aims to determine priority fishing units based on biological, technical, and financial aspects. The research employed a survey of 85 fishers' respondents. Data were analyzed using a standardized scoring analysis based on the multi-criterion analysis (MCA) model. The results show that handlines and fish traps lead in biological and technical aspects attributed to their superior catch composition and operational feasibility. Furthermore, fish traps exhibit the highest financial viability with higher returns per fisher. Overall, the results of the combined analysis indicate that fish traps are the primary fishing unit to be developed in PPN Sungailiat, with a V(A) value of 2.87.
BIOLOGICAL CHARACTERISTICS OF OCTOPUS (Octopus cyanea) IN THE EAST SEASON IN KAUR REGENCY, BENGKULU PROVINCE: KARAKTERISTIK BIOLOGI GURITA (Octopus cyanea) PADA MUSIM TIMUR DI KABUPATEN KAUR, PROVINSI BENGKULU Daniel Julianto Tarigan; Domu Simbolon; Am Azbas Taurusman; Mohammad Imron; Multazimul Haq; Teguh Noegroho
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol. 17 No. 3 (2026): AUGUST 2026
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24319/jtpk.17.349-362

Abstract

Octopus (Octopus cyanea) fisheries are one of the leading small-scale fishery commodities in Kaur Regency, Bengkulu Province. However, the increasing fishing intensity without considering biological aspects threatens the sustainability of this resource. This study aims to analyze catch productivity, mantle length distribution, body weight, and the length-weight relationship of octopuses. The research was conducted from July to September 2024 in Linau Village using an accidental sampling method. Data collected included catch volume, fishing effort, mantle length, body weight, and sex. Catch Per Unit Effort (CPUE) was used to assess fishing productivity, while biological data were analyzed descriptively. The results showed that the highest CPUE was in September (5.2 kg/trip), while the lowest was in February (2.6 kg/trip). The dominant mantle length of the captured males ranged from 7.95 to 8.67 cm (121 individuals), while the dominant mantle length of the captured females was also 7.95–8.67 cm (432 individuals). The dominant body weight ranged from 120 to 465 g (83 males) and 117 to 465 g (355 females). The sex ratio indicated female dominance. The length-weight relationship revealed a negative allometric growth pattern, indicating that mantle length growth is faster than body weight gain. These findings highlight that most of the octopuses caught were under the suitable catch size. Therefore, regulations on minimum catch size and spatial-temporal closures are recommended to ensure the sustainability of octopus fisheries in Kaur Regency, Bengkulu Province.