Zulfiani Ainur Rohmah
MtsN 2 Pasuruan

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

STRATEGI GURU PAI DALAM MENANAMKAN NILAI MULTIKULTURAL BERBASIS COOPERATIVE LEARNING Zulfiani Ainur Rohmah
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.10809

Abstract

This study aims to describe and analyze the planning, implementation, and evaluation of Cooperative Learning-based learning in instilling multicultural values ​​at SMA Negeri 1 Bangun Rejo, Central Lampung. The main problem in this study is the potential for differences in views among students with diverse backgrounds. This study uses a qualitative approach with field research and case studies. Data were collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that: (1) planning is carried out through the preparation of teaching modules that integrate the values ​​of tolerance and unity; (2) implementation is carried out through the formation of heterogeneous groups and active discussions; (3) evaluation includes the assessment of social attitudes such as cooperation and responsibility. The conclusion of this study shows that the Cooperative Learning strategy is effective in instilling multicultural values ​​through active and collaborative learning. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran berbasis Cooperative Learning dalam menanamkan nilai-nilai multikultural di SMA Negeri 1 Bangun Rejo Lampung Tengah. Masalah utama dalam penelitian ini adalah adanya potensi perbedaan pandangan di antara peserta didik yang memiliki latar belakang beragam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan dan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) perencanaan dilakukan melalui penyusunan modul ajar yang mengintegrasikan nilai toleransi dan persatuan; (2) pelaksanaan dilakukan melalui pembentukan kelompok heterogen dan diskusi aktif; (3) evaluasi mencakup penilaian sikap sosial seperti kerja sama dan tanggung jawab. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa strategi Cooperative Learning efektif dalam menanamkan nilai-nilai multikultural melalui pembelajaran yang aktif dan kolaboratif.  
PENGARUH KREATIVITAS, STRATEGI PEMASARAN TERHADAP MINAT BERWIRAUSAHA PADA MAHASISWA PENDIDIKAN TATA BOGA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI MEDAN Yogi Setiawan; Zulfiani Ainur Rohmah
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v6i1.8976

Abstract

Higher education is currently required to produce graduates who are not only job-oriented but also capable of creating independent business opportunities, particularly in the dynamic culinary sector. This research is motivated by the urgency of developing innovative human resources by strengthening entrepreneurial interest among students. The main focus of this study is to analyze how creativity and marketing strategy variables contribute to entrepreneurial interest among Culinary Arts Education students at Medan State University. The method used is a literature review by analyzing ten relevant national journal articles indexed in Google Scholar, DOAJ, and Sinta. The research process includes theoretical review and secondary data synthesis to validate the relationship between variables. The research findings indicate that creativity and marketing strategy significantly influence entrepreneurial interest. Creativity enables students to produce unique culinary product innovations, while an understanding of effective marketing strategies helps in targeted promotion and market penetration. In conclusion, the synergy between creative abilities and marketing competencies is a determinant factor in shaping entrepreneurial intentions, so the higher education curriculum needs to comprehensively integrate both aspects to prepare graduates who are ready to compete in the culinary industry. ABSTRAK Pendidikan tinggi saat ini dituntut untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya berorientasi mencari pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha mandiri, khususnya dalam sektor kuliner yang dinamis. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh urgensi pengembangan sumber daya manusia yang inovatif melalui penguatan minat berwirausaha di kalangan mahasiswa. Fokus utama studi ini adalah menganalisis bagaimana variabel kreativitas dan strategi pemasaran berkontribusi terhadap minat berwirausaha mahasiswa Pendidikan Tata Boga di Universitas Negeri Medan. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (literature review) dengan menganalisis sepuluh artikel jurnal nasional relevan yang terindeks pada Google Scholar, DOAJ, dan Sinta. Proses penelitian mencakup penelaahan teoretis dan sintesis data sekunder untuk memvalidasi hubungan antar variabel. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kreativitas dan strategi pemasaran secara signifikan memengaruhi minat berwirausaha. Kreativitas memungkinkan mahasiswa menghasilkan inovasi produk kuliner yang unik, sementara pemahaman strategi pemasaran yang efektif membantu dalam promosi dan penetrasi pasar yang tepat sasaran. Kesimpulannya, sinergi antara kemampuan kreatif dan kompetensi pemasaran merupakan faktor determinan dalam membentuk intensi kewirausahaan, sehingga kurikulum pendidikan tinggi perlu mengintegrasikan kedua aspek tersebut secara komprehensif guna mempersiapkan lulusan yang siap bersaing dalam industri tata boga.
KEPEMIMPINAN KEPALA MADRASAH DALAM PENGUATAN MODERASI BERAGAMA: SEBUAH SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Yogi Setiawan; Zulfiani Ainur Rohmah
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i3.11684

Abstract

Religious moderation is one of the national priority agendas proclaimed by the Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia, particularly in the context of Islamic education. Madrasa principals, as leaders of Islamic educational institutions, play a key role in creating a moderate, tolerant, and inclusive learning environment. However, studies that systematically map the role of madrasa principal leadership in the context of strengthening religious moderation remain very limited. This article aims to fill this gap through a Systematic Literature Review (SLR) approach following the PRISMA 2020 guidelines. From 187 articles found through searches in various scientific databases, 25 articles were selected based on predetermined inclusion and exclusion criteria. Thematic analysis results indicate three main findings: first, effective madrasa principals implementing religious moderation generally apply a value-oriented transformational leadership approach; second, there are a number of supporting and inhibiting factors that consistently appear in various madrasa contexts in Indonesia; and third, strong madrasa principal leadership is proven to positively correlate with the formation of a moderate and inclusive madrasa culture. These findings are expected to serve as a reference for madrasa principals, policymakers, and future researchers in strengthening religious moderation in Islamic educational institutions. ABSTRAK Moderasi beragama merupakan salah satu agenda prioritas nasional yang dicanangkan Kementerian Agama Republik Indonesia, khususnya dalam konteks pendidikan Islam. Kepala madrasah, sebagai pemimpin lembaga pendidikan Islam, memegang peranan kunci dalam mewujudkan lingkungan belajar yang moderat, toleran, dan inklusif. Namun demikian, kajian yang secara sistematis memetakan peran kepemimpinan kepala madrasah dalam konteks penguatan moderasi beragama masih sangat terbatas. Artikel ini bertujuan untuk mengisi kesenjangan tersebut melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan mengikuti panduan PRISMA 2020. Dari 187 artikel yang ditemukan melalui penelusuran di berbagai database ilmiah, sebanyak 25 artikel dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Hasil analisis tematik menunjukkan tiga temuan utama: pertama, kepala madrasah yang efektif mengimplementasikan moderasi beragama umumnya menerapkan pendekatan kepemimpinan transformasional yang berorientasi nilai; kedua, terdapat sejumlah faktor pendukung dan penghambat yang secara konsisten muncul dalam berbagai konteks madrasah di Indonesia; dan ketiga, kepemimpinan kepala madrasah yang kuat terbukti berkorelasi positif dengan terbentuknya budaya madrasah yang moderat dan inklusif. Temuan ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi kepala madrasah, pengambil kebijakan, dan peneliti selanjutnya dalam upaya memperkuat moderasi beragama di lembaga pendidikan Islam.    
IMPLEMENTASI KINDNESS STRATEGY DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER DISIPLIN PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI MADRASAH IBTIDAIYAH Zulfiani Ainur Rohmah; Yogi Setiawan
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i3.11714

Abstract

This research is motivated by the complexity of the moral challenges faced by Generation Alpha in the digital era, who are prone to decreased concentration and learning anxiety (math anxiety) in mathematics. The focus of this research problem is directed at an in-depth analysis of the implementation of kindness strategy as an integrative instrument in shaping students' disciplined character contextually. Using a qualitative approach with descriptive methods, the important stages of this research were systematically executed through semi-structured interviews with six teachers, open-ended questionnaires, classroom observations, and review of documentation of etiquette rules. The data obtained were then processed iteratively referring to the Miles and Huberman analysis model, which includes data reduction, presentation of narrative descriptions, and drawing conclusions. The research findings indicate that kindness strategy is proven to be able to stimulate the formation of students' disciplined character significantly through strengthening emotional interactions, individual guidance, and the use of a process-centered appreciation system. This humanistic approach successfully reduced students' mathematical fears and boosted their self-confidence and sense of responsibility for independence in the classroom. The main conclusion confirms that the implementation of positive discipline based on kindness successfully creates a conducive classroom ecosystem, where student compliance grows sustainably based on internal awareness free from the pressure of external punishment. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kompleksitas tantangan moral Generasi Alpha di era digital yang rentan mengalami penurunan konsentrasi serta kecemasan belajar (math anxiety) pada mata pelajaran matematika. Fokus masalah dalam riset ini diarahkan pada analisis mendalam mengenai implementasi kindness strategy sebagai instrumen integratif dalam membentuk karakter disiplin peserta didik secara kontekstual. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, tahapan penting penelitian ini dieksekusi secara sistematis melalui teknik wawancara semi-terstruktur terhadap enam guru, angket terbuka, observasi kelas, serta penelaahan dokumentasi aturan adab. Data yang diperoleh kemudian diolah secara iteratif mengacu pada model analisis Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian deskripsi naratif, hingga penarikan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kindness strategy terbukti mampu menstimulasi pembentukan karakter disiplin siswa secara signifikan melalui penguatan interaksi emosional, bimbingan individual, dan pemanfaatan sistem apresiasi yang berpusat pada proses. Pendekatan humanis ini sukses mereduksi ketakutan matematis siswa serta mendongkrak rasa percaya diri dan tanggung jawab kemandirian di dalam kelas. Simpulan utama menegaskan bahwa penerapan kedisiplinan positif berbasis kebaikan berhasil menciptakan ekosistem ruang kelas yang kondusif, di mana kepatuhan siswa tumbuh secara berkelanjutan berdasarkan kesadaran internal yang bebas dari tekanan hukuman lahiriah.