Ajeng Fatmawati
Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENGATASI KESULITAN MEMBACA AL QUR’AN PADA PESERTA DIDIK DI SMP Ajeng Fatmawati; Damanhuri Damanhuri; Agus Susanti
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.11381

Abstract

ABSTRACT The ability to read the Qur’an is a fundamental competency that should be possessed by Muslim students. However, some students still experience difficulties in reading the Qur’an correctly and fluently. This study aimed to analyze the role of Islamic Religious Education (PAI) teachers in overcoming students’ difficulties in reading the Qur’an at the junior high school level. This study employed a descriptive qualitative approach with purposively selected subjects. Data were collected through observation, interviews, tests, and documentation, and were analyzed using the Miles and Huberman model with source and technique triangulation. The findings revealed that PAI teachers played an important role in improving students’ Qur’anic reading skills through the tartil method, special guidance, Qur’an reading habituation, and motivation. Of the 23 students, 17 were categorized as having good Qur’anic reading skills, while the remaining six showed improvement after participating in five reading tests under the guidance of PAI teachers. The improvement was reflected in students’ ability to recognize hijaiyah letters, understand tajwid rules, improve pronunciation (makhraj), and enhance reading fluency and self-confidence. Supporting and inhibiting factors, such as learning motivation, parental support, and educational facilities, also influenced the success of the learning process. The study concludes that optimizing the role of PAI teachers through guidance, motivation, habituation, and appropriate teaching methods not only improves students’ Qur’anic reading abilities gradually but also contributes to creating a more effective, structured, and sustainable Qur’anic learning environment in schools. ABSTRAK Kemampuan membaca Al-Qur’an merupakan kompetensi dasar yang perlu dimiliki oleh peserta didik Muslim, namun masih terdapat peserta didik yang mengalami kesulitan dalam membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru Pendidikan Agama Islam dalam mengatasi kesulitan membaca Al-Qur’an pada peserta didik di SMP. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI memiliki peran penting dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an melalui metode tartil, bimbingan khusus, pembiasaan membaca Al-Qur’an, dan pemberian motivasi. Dari 23 peserta didik, sebanyak 17 peserta didik berada pada kategori baik dalam membaca Al-Qur’an, sedangkan 6 peserta didik lainnya mengalami peningkatan kemampuan membaca setelah mengikuti tes membaca sebanyak lima kali dengan bimbingan guru PAI. Peningkatan terlihat pada kemampuan mengenal huruf hijaiyah, memahami tajwid, memperbaiki makhraj huruf, serta meningkatnya kelancaran dan rasa percaya diri dalam membaca Al-Qur’an. Faktor pendukung dan penghambat, seperti motivasi belajar, dukungan orang tua, dan sarana prasarana, turut mempengaruhi keberhasilan pembelajaran. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa optimalisasi peran guru PAI melalui bimbingan, motivasi, pembiasaan, dan metode pembelajaran yang tepat tidak hanya meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an peserta didik secara bertahap, tetapi juga memberikan implikasi terhadap terciptanya pembelajaran Al-Qur’an yang lebih efektif, terarah, dan berkelanjutan di lingkungan sekolah.