Andi Syahputra
Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Ar Ridho, Bagansiapiapi

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Riau Malay Cultural Communication: An Ethnography of Communication on Basiacuang Practices Andi Syahputra
Kutubkhanah Vol. 26 No. 1 (2026): Januari - Juni
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis praktik komunikasi budaya dalam tradisi basiacuang pada upacara perkawinan Melayu Kampar Riau melalui pendekatan etnografi komunikasi. Basiacuang dipahami sebagai praktik komunikasi tradisional yang berfungsi sebagai media penyampaian pesan adat, reproduksi nilai budaya, identitas Melayu, dan kohesi sosial masyarakat Kampar. Menggunakan pendekatan kualitatif dan metode etnografi komunikasi, data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, studi pustaka yang melibatkan tokoh adat, pembawa basiacuang, ninik mamak, dan masyarakat Melayu Kampar. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman serta kerangka SPEAKING dari Dell Hymes. Hasilnya menunjukkan bahwa basiacuang memiliki struktur khas seperti pantun, pepatah, metafora, ritme bahasa, dan ungkapan simbolik Melayu, diatur norma interaksi adat yang menempatkan kesantunan, penghormatan, dan keharmonian sebagai prinsip utama komunikasi budaya Melayu Kampar. Selain sebagai media ritual, basiacuang juga sebagai mekanisme reproduksi identitas budaya Melayu Kampar melalui pewarisan nilai moral, solidaritas sosial, penghormatan terhadap orang tua, dan legitimasi adat. Modernisasi dan media digital mulai memengaruhi keberlangsungan praktik basiacuang, terutama penurunan pemahaman bahasa adat dan tradisi lisan Melayu generasi muda. Masyarakat adat tetap berupaya melestarikan basiacuang melalui pelestarian budaya dan keterlibatan generasi muda dalam kegiatan adat. Penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan studi etnografi komunikasi dan pelestarian budaya Melayu Riau, khususnya praktik komunikasi tradisional masyarakat Melayu Kampar.
Integration of New Media in Islamic Broadcasting: A Transformative Communication Perspective Andi Syahputra
Kutubkhanah Vol. 25 No. 2 (2025): Juli - December
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study analyzes the integration of new media in Islamic broadcasting from a transformative communication perspective, highlighting changes in interaction patterns and the construction of the meaning of da'wah in the digital space. The research background stems from the increasing use of digital platforms such as YouTube, Instagram, TikTok, podcasts, and artificial intelligence in the dissemination of religious messages, which demands a more participatory communication strategy based on digital literacy. This study uses a qualitative approach based on literature review and analysis of recent scientific articles to examine the dynamics of changes in the digital da'wah ecosystem. The results show that new media create interactive and deliberative two-way communication spaces, as explained in Habermas's theory of interactive communication and public sphere, and has the potential to encourage the transformation of religious awareness in accordance with the concept of transformative communication. However, there is a risk of polarization, commodification of religion, and the spread of misinformation if not accompanied by ethical governance of Islamic broadcasting based on information verification and content moderation. This study recommends the development of an integrative, ethical, and media literacy-based digital da'wah model to strengthen da'wah's function as an instrument of social enlightenment and the formation of a moderate society.