This Author published in this journals
All Journal Jurnal Pakarena
Arifin Darwanto
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

TRANSFORMASI SOSIO-KULTURAL KESENIAN KUDA LUMPING DI PADAHERANG: DARI EKSPRESI RITUAL MENUJU SENI PERTUNJUKAN POPULER Arifin Darwanto; Yuliawan Kasmahidayat; Ace Iwan Suryawan
JURNAL PAKARENA Vol 11, No 1 (2026): Juli
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/p.v11i1.84023

Abstract

Kuda Lumping merupakan salah satu kesenian tradisional Jawa Tengah yang berkembang di Masyarakat Sunda, khususnya di Padaherang. Secara historis Kuda Lumping erat kaitannya dengan upacara ritual yang kaya akan nilai-nilai spiritual dan tradisi leluhur yang berfungsi sebagai media komunikasi antara manusia dengan kekuatan supranatural. Namun seiring berkembangnya zaman dan masuknya pengaruh budaya luar menjadi pendorong perubahan fungsi Kuda Lumping secara signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pergeseran Fungsi Tari Kuda Lumping di wilayah Padaherang. Masalah difokuskan pada fungsi tari, foktor-faktor yang mempengharuhi perubahan fungsi tari Kuda Lumping dan dampak yang terjadi dari perubahan fungsi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Data diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa Tari Kuda Lumping di Padaherang mengalami perubahan fungsi yang cukup mendasar, berawal dari ritual keagamaan dan upacara adat menjadi pertunjukan hiburan yang ditampilkan pada acara-acara perayaan, festival budaya, dan hajatan masyarakat. Penelitian menemukan bahwa perubahan fungsi Kuda Lumping merupakan sebuah adaptasi budaya yang tidak bisa dihindari, namun dikhawatirkan dengan adanya perubahan ini dapat menghilangkan nilai-nilai sakral dan kearifan lokal yang melekat pada kesenian tersebut. Penelitian ini menegaskan perlunya revitalisasi, dan mengembangkan strategi inovatif untuk mencegah kepunahan dimensi ritual Tari Kuda Lumping akibat dari perubahan yang tidak terkelola dengan baik.