Ace Iwan Suryawan
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENCAK SILAT GAYA CIMANDE PADA PAGURON GELAR PUSAKA JATINANGOR oriza sathyfa pertama; Tati Narawati; Ace Iwan Suryawan
Ringkang : Kajian Seni Tari dan Pendidikan Seni Tari Vol 2, No 3 (2022): Desember, 2022
Publisher : Departemen Pendidikan Seni Tari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ringkang.v2i3.48439

Abstract

Penelitian ini berjudul Pencak Silat Gaya Cimande Pada Paguron Gelar Pusaka Jatinangor Kabupaten Sumedang. Ilmu bela diri telah banyak berkembang dari masa ke masa. Perkembangan ini merujuk kepada banyaknya macam aliran bela diri yang eksis di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Salah satunya adalah Pencak silat gaya Cimande, yang merupakan salah satu hasil kebudayaan Indonesia yang menyebar luas di seluruh Nusantara Indonesia juga negara lainnya. Pencak silat gaya Cimande pada Paguron Gelar Pusaka Jatinangor ini tentunya mengalami pengembangan di dalamnya, sehingga membuat adanya ciri pembeda dengan gaya silat lainnya. Permasalahan yang di angkat dalam permasalahan ini adalah Koreografi Pencak Silat gaya Paguron Gelar Pusaka Jatinangor. Yang kedua adalah ciri khas Pencak Silat gaya Cimande pada Paguron Gelar Pusaka Jatinangor. Kajian Etnokoreologi digunakan sebagai payung yang dipadankan dengan koreografi untuk analisis gerak. Etnokorplogi digunakan sebagai alat untuk mengkaji ilmu baru yang memadukan teks dan konteksnya. Penelitian ini bermaksud untuk mencari jawaban dengan menggunakan metode penelitian deskriptif analisis dengan pendekatan kualitatif. Partisipan pada penelitian Pencak Silat gaya Cimande ini adalah pemimpin/ pelatih Paguron Gelar Pusaka Jatinangor Koyum Nurul Koyum, S.Pd. Pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, studi pustaka, dan dokumetasi. Data penelitian ini terkumpul dari satu lokasi yaitu bertempat di Paguron Gelar Pusaka Jatinangor.
TRANSFORMASI SOSIO-KULTURAL KESENIAN KUDA LUMPING DI PADAHERANG: DARI EKSPRESI RITUAL MENUJU SENI PERTUNJUKAN POPULER Arifin Darwanto; Yuliawan Kasmahidayat; Ace Iwan Suryawan
JURNAL PAKARENA Vol 11, No 1 (2026): Juli
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/p.v11i1.84023

Abstract

Kuda Lumping merupakan salah satu kesenian tradisional Jawa Tengah yang berkembang di Masyarakat Sunda, khususnya di Padaherang. Secara historis Kuda Lumping erat kaitannya dengan upacara ritual yang kaya akan nilai-nilai spiritual dan tradisi leluhur yang berfungsi sebagai media komunikasi antara manusia dengan kekuatan supranatural. Namun seiring berkembangnya zaman dan masuknya pengaruh budaya luar menjadi pendorong perubahan fungsi Kuda Lumping secara signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pergeseran Fungsi Tari Kuda Lumping di wilayah Padaherang. Masalah difokuskan pada fungsi tari, foktor-faktor yang mempengharuhi perubahan fungsi tari Kuda Lumping dan dampak yang terjadi dari perubahan fungsi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Data diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa Tari Kuda Lumping di Padaherang mengalami perubahan fungsi yang cukup mendasar, berawal dari ritual keagamaan dan upacara adat menjadi pertunjukan hiburan yang ditampilkan pada acara-acara perayaan, festival budaya, dan hajatan masyarakat. Penelitian menemukan bahwa perubahan fungsi Kuda Lumping merupakan sebuah adaptasi budaya yang tidak bisa dihindari, namun dikhawatirkan dengan adanya perubahan ini dapat menghilangkan nilai-nilai sakral dan kearifan lokal yang melekat pada kesenian tersebut. Penelitian ini menegaskan perlunya revitalisasi, dan mengembangkan strategi inovatif untuk mencegah kepunahan dimensi ritual Tari Kuda Lumping akibat dari perubahan yang tidak terkelola dengan baik.