Penelitian ini bertujuan kesiapan kinerja siswa biola dalam menghadapi Ujian Akhir Semester (UAS) walikota melalui hubungan antara motivasi intrinsik, disiplin latihan mandiri, dan pembimbingan instrumen dalam konteks pendidikan musik perguruan tinggi. Studi kasus deskriptif kualitatif digunakan untuk menyelidiki kesiapan mahasiswa walikota biola di Program Studi Pendidikan Musik Universitas Lampung dengan memeriksa motivasi belajar, disiplin latihan, dan metode pembimbingan instrumen. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan lima mahasiswa dan satu dosen, proses observasi instrumen pembimbingan, serta dokumentasi kemajuan repertoar. Validitas data dilakukan melalui triangulasi sumber dan member check, sedangkan analisis data mengikuti model Miles dan Huberman melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan kinerja siswa tidak ditentukan oleh durasi latihan semata, tetapi oleh kemampuan siswa dalam membangun kemandirian belajar melalui konsistensi latihan, kesiapan mental, dan respon terhadap umpan balik dosen. Mahasiswa yang menerapkan strategi latihan terarah seperti slow practice, penggunaan metronom, dan evaluasi rekaman menunjukkan kesiapan teknis dan musikal yang lebih baik dibandingkan siswa dengan pola latihan yang tidak konsisten. Selain itu, kualitas instrumen pembimbingan berpengaruh terhadap perkembangan musikal dan kesiapan mental siswa melalui target kemajuan dan umpan balik reflektif. Penelitian ini menegaskan bahwa kesiapan tampil biola merupakan konstruksi multidimensi yang terbentuk dari interaksi antara motivasi intrinsik, strategi latihan, dan pembelajaran studio dalam pendidikan musik perguruan tinggi di Indonesia.