Latar Belakang: Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap perempuan masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia. Data menunjukkan bahwa kasus KDRT terus mengalami peningkatan setiap tahunnya, termasuk di Kota Jambi yang memiliki dinamika kasus fluktuatif dengan dominasi kekerasan fisik. KDRT tidak hanya berdampak pada kondisi fisik, tetapi juga kesehatan mental dan reproduksi perempuan, sehingga perlu dilakukan analisis mendalam terkait faktor penyebab dan dampaknya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis kekerasan, faktor penyebab, dampak terhadap kesehatan reproduksi, serta upaya penanganan kekerasan dalam rumah tangga terhadap perempuan di UPTD DPMPPA Kota Jambi tahun 2026. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi melalui wawancara mendalam (in-depth interview), observasi, dan dokumentasi terhadap korban dan pihak terkait, dengan analisis data menggunakan pendekatan tematik. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kekerasan yang dominan adalah kekerasan fisik dan verbal. Faktor penyebab utama meliputi faktor ekonomi, sosial budaya seperti patriarki, serta faktor psikologis seperti rendahnya kontrol emosi. Dampak yang ditimbulkan meliputi trauma psikologis, stres berkepanjangan, gangguan hormonal, serta gangguan kesehatan reproduksi. Upaya penanganan dilakukan melalui layanan pendampingan hukum, konseling psikologis, dan perlindungan korban oleh instansi terkait, meskipun masih menghadapi berbagai kendala. Kesimpulan: Kekerasan dalam rumah tangga merupakan permasalahan multidimensional yang memerlukan penanganan secara komprehensif melalui pendekatan lintas sektor guna meningkatkan perlindungan dan kesejahteraan perempuan.