ABSTRAKKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan ekonomi perempuan melalui workshop Batik Ciprat di Dukuh Krajan, Desa Sidoharjo, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo. Sebagian besar anggota PKK merupakan ibu rumah tangga yang memiliki waktu luang namun belum optimal dalam kegiatan ekonomi produktif. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan model community based action research yang meliputi tahapan diagnosa, perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, evaluasi, dan pembelajaran. Workshop dilaksanakan melalui metode demonstrasi langsung dan praktik bersama dengan melibatkan sekitar 20 peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu memahami alat dan bahan membatik, mengikuti tahapan proses pembuatan batik ciprat, serta menghasilkan produk secara mandiri. Kegiatan ini meningkatkan kreativitas, keterampilan teknis, serta motivasi berwirausaha peserta. Meskipun terdapat keterbatasan alat dan durasi pelatihan, secara keseluruhan workshop ini berhasil meningkatkan kapasitas ibu-ibu PKK dan memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi usaha mikro berbasis ekonomi kreatif.Kata kunci: Batik Ciprat; Pemberdayaan Perempuan; Ekonomi Kreatif; Community-Based Action Research. ABSTRACTThis community service activity aims to empower women economically through a Batik Ciprat workshop in Dukuh Krajan, Sidoharjo Village, Pulung District, Ponorogo Regency. Most PKK members in the area are housewives with limited economic activities despite having available time and local potential. The program applied a qualitative approach using community-based action research consisting of diagnosing, action planning, action taking, evaluating, and learning stages. The workshop was conducted through direct demonstration and hands-on practice involving approximately 20 participants. The results show that participants were able to understand the materials and tools, follow the batik ciprat production stages, and complete their own products independently. The activity increased participants’ creativity, technical skills, and entrepreneurial motivation. However, limitations were found in terms of equipment availability and training duration. Overall, the workshop successfully strengthened women’s capacity and has strong potential to be developed into a sustainable micro-enterprise in the creative textile sector. Keywords: Batik Ciprat; Women Empowerment; Creative Economy; Community-Based Action Research.