Dealovy Agustin Dea
1Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarbaru 2Program Studi Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarbaru

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Bina Desa Hijau: Peningkatan Kapasitas Masyarakat Melalui Pelatihan Pembibitan Dan Penanaman Pohon Lahan Basah Di Desa Karya Manuntung, Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru Jumiati; Syahputra Sartono Putra; Ratna Sari Ratna; Taufik Hidayat Taufik; Nurul Koniatul Laili Nurul; Dealovy Agustin Dea; Merinda Puspita Merin; Muhammad Syaiful Dailami Rasydi Daii; Rahmad Andrianor Andre; Dwi Rizki Febriyanti Dwi; Rizki
Repong Damar: Jurnal Pengabdian Kehutanan dan Lingkungan Vol. 5 No. 1 (2026): June
Publisher : Magister of Forestry, Department of Forestry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/rdj.v5i1.12437

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Karya Manuntung yang memiliki karakteristik wilayah lahan basah. Permasalahan utama yang dihadapi masyarakat setempat adalah keterbatasan pengetahuan dan keterampilan praktis dalam kegiatan pembibitan dan penanaman jenis pohon kehutanan, sehingga upaya penghijauan dan rehabilitasi lingkungan belum berjalan secara konsisten dan berkelanjutan. Program Bina Desa Hijau bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat melalui pelatihan teknik pembibitan, pengembangan persemaian sederhana, serta pelaksanaan kegiatan penanaman pohon hutan tropis lahan basah. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan masyarakat desa sebagai subjek utama kegiatan. Tahapan kegiatan meliputi koordinasi dengan pemerintah desa, sosialisasi program, pelatihan pembibitan berbasis praktik langsung, pembuatan persemaian sederhana, serta kegiatan penanaman pohon secara gotong royong yang diikuti oleh masyarakat setempat. Jenis tanaman yang digunakan dalam kegiatan ini adalah mahoni (Swietenia macrophylla) dan belangeran (Shorea balangeran), yang dipilih berdasarkan kesesuaiannya dengan kondisi lingkungan lahan basah. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan persemaian dan penanaman pohon lokal. Terbentuknya persemaian desa menjadi dasar penting bagi keberlanjutan kegiatan penghijauan dan rehabilitasi lahan basah di tingkat desa.