Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Sistem Blow Purifier Terhadap Efisiensi Kerja dan Volume Sludge Tank: (studi Kasus: Kapal SLM Marsha) Dewi Amara Parardhya; Frenki Imanto; Maulidiah Rahmawati; Monika Retno Gunarti; Intan Sianturi
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i2.1777

Abstract

Sistem blow purifier merupakan salah satu komponen penting dalam menjaga efisiensi kerja purifier minyak pelumas serta pengelolaan sludge di kapal. Permasalahan yang sering terjadi adalah ketidakkonsistenan proses pembuangan sludge pada sistem blow manual yang dapat menurunkan efisiensi kerja purifier dan meningkatkan volume sludge tank. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif komparatif untuk membandingkan efektivitas sistem blow manual dan otomatis pada purifier minyak pelumas di Kapal SLM Marsha. Data penelitian diperoleh dari Engine Log Book dan Oil Record Book (ORB) selama periode September 2024 hingga Juli 2025. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, serta uji Mann-Whitney U untuk mengetahui perbedaan signifikan antara kedua sistem blow. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem blow otomatis memiliki konsistensi interval blow yang lebih stabil dibandingkan sistem manual, sehingga meningkatkan efisiensi kerja purifier dan menurunkan volume sludge yang terakumulasi di sludge tank. Selain itu, penggunaan sistem blow otomatis mampu mengurangi risiko overflow sludge tank dan meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi MARPOL Annex I Regulation 12 terkait kapasitas tangki sludge. Dengan demikian, sistem blow otomatis terbukti lebih efektif dalam meningkatkan efisiensi operasional purifier dan pengelolaan sludge di kapal.
Analisis Mekanisme Seafarers Employment Contract (SEC) Terhadap Crew Replacement: (Studi Kasus: PT Jasindo Duta Segara) Ibrahim Musa Santosa; Dian Junita Arisusanty; Monika Retno Gunarti; Romanda Annas Amrullah
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i2.1816

Abstract

Crew replacement merupakan salah satu proses krusial dalam manajemen sumber daya manusia di perusahaan pelayaran karena berkaitan langsung dengan keberlangsungan operasional kapal. Salah satu dokumen utama yang menjadi dasar dalam proses tersebut adalah Seaferer Employment Contract (SEC), yang mengatur hak, kewajiban, serta masa kerja awak kapal. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan berbagai kendala terkait mekanisme Seaferer Employment Contract (SEC) yang dapat berdampak pada keterlambatan dan ketidakefisienan proses crew replacement. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme Seaferer Employment Contract (SEC) terhadap pelaksanaan crew replacement di PT. Jasindo Duta Segara. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari pihak manajemen crewing dan staff terkait yang terlibat langsung dalam proses penyusunan dan pelaksanaan Seaferer Employment Contract (SEC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme Seaferer Employment Contract (SEC) di PT. Jasindo Duta Segara pada umumnya telah mengikuti ketentuan yang berlaku, namun masih terdapat beberapa hambatan seperti ketidaksesuaian jadwal sign on–sign off, extend contract, dan koordinasi antarbagian yang belum optimal. Mekanisme Seaferer Employment Contract (SEC) yang kurang efektif tersebut berpengaruh terhadap kelancaran proses crew replacement. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi dan perbaikan mekanisme Seaferer Employment Contract (SEC) agar proses crew replacement dapat berjalan lebih efisien, tepat waktu, dan sesuai dengan standar operasional perusahaan.
Pengaruh Potensi Bahaya Overhaul Auxiliary Engine Terhadap Pencegahan Kecelakaan Kerja Awak Kapal Alfina Dwi Restyaningtyas; Monika Retno Gunarti; Elly Kusumawati; Shofa Dai Robbi; Wulan Marlia Sandi
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i1.1669

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh tingginya risiko kecelakaan kerja pada pelaksanaan pekerjaan overhaul auxiliary engine di kapal. Pekerjaan tersebut melibatkan berbagai potensi bahaya yang dapat mengancam keselamatan awak kapal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya pada pekerjaan overhaul auxiliary engine, mengkaji upaya pencegahan kecelakaan kerja yang dilakukan, serta menganalisis pengaruh potensi bahaya terhadap upaya pencegahan kecelakaan kerja awak kapal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 29 responden yang merupakan awak kapal bagian mesin yang terlibat langsung dalam pekerjaan overhaul. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan uji korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan perangkat lunak SPSS untuk menguji hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerjaan overhaul auxiliary engine memiliki tingkat potensi bahaya yang tergolong tinggi, mencakup risiko mekanik (tangan terjepit, tertimpa komponen), risiko lingkungan (lantai licin, ventilasi kurang), serta faktor manusia. Di sisi lain, tingkat pencegahan kecelakaan kerja awak kapal ditemukan berada pada kategori sangat tinggi, yang ditandai dengan kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), penerapan Standard Operational Procedure (SOP), dan pelaksanaan safety briefing. Hasil uji korelasi menunjukkan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,216 dengan nilai signifikansi 0,261 (p > 0,05), yang berarti terdapat hubungan positif namun lemah dan tidak signifikan secara statistik antara potensi bahaya dengan upaya pencegahan. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun potensi bahaya tinggi, awak kapal telah menerapkan sistem keselamatan kerja yang efektif sehingga risiko tersebut dapat dikendalikan dengan baik.
The Effect Of Noise In Ship Engine Rooms On The Safety And Health Of Ship Crews In The Engine Section Al Atras Zatazka Eartha Firstaneo; Antonius Edy Kristiyono; Monika Retno Gunarti; Novitasari Novitasari
International Journal of Health Engineering and Technology Vol. 5 No. 2 (2026): Vol 5. No. 2 JULY 2026
Publisher : CV. AFDIFAL MAJU BERKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55227/ijhet.v5i2.885

Abstract

The ship's engine room is an area with the highest noise level that threatens the safety and health of the crew, with exposure of 95-108 dB exceeding the NAB 85 dBA (Per.13/Men/X/2011). Objective: To analyze the effect of noise on the safety and health of engine crew. Method: Descriptive quantitative research with simple linear regression. Population and Sample: 36 engine crew from the Marine Practice program of Surabaya Maritime Polytechnic, purposive sampling. Instruments and Analysis: Sound level meter, Likert questionnaire, SPSS for regression (Y=12.490+0.441X), t-test, R². Results: Noise has a significant effect (t-count=2.346>2.034, sig=0.025<0.05), explaining 37% of the variation in risk. Conclusion: Engine room noise increases the risk of deafness, stress, and accidents; PPE and engine maintenance are required.