Sistem blow purifier merupakan salah satu komponen penting dalam menjaga efisiensi kerja purifier minyak pelumas serta pengelolaan sludge di kapal. Permasalahan yang sering terjadi adalah ketidakkonsistenan proses pembuangan sludge pada sistem blow manual yang dapat menurunkan efisiensi kerja purifier dan meningkatkan volume sludge tank. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif komparatif untuk membandingkan efektivitas sistem blow manual dan otomatis pada purifier minyak pelumas di Kapal SLM Marsha. Data penelitian diperoleh dari Engine Log Book dan Oil Record Book (ORB) selama periode September 2024 hingga Juli 2025. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, serta uji Mann-Whitney U untuk mengetahui perbedaan signifikan antara kedua sistem blow. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem blow otomatis memiliki konsistensi interval blow yang lebih stabil dibandingkan sistem manual, sehingga meningkatkan efisiensi kerja purifier dan menurunkan volume sludge yang terakumulasi di sludge tank. Selain itu, penggunaan sistem blow otomatis mampu mengurangi risiko overflow sludge tank dan meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi MARPOL Annex I Regulation 12 terkait kapasitas tangki sludge. Dengan demikian, sistem blow otomatis terbukti lebih efektif dalam meningkatkan efisiensi operasional purifier dan pengelolaan sludge di kapal.
Copyrights © 2026