Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Infrastruktur Transportasi dan Mobilitas terhadap Kinerja Angkutan Barang Kereta Api di Indonesia Tahun 2020–2024 Hendi Iskandar; Alif Athallah
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i2.1799

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh infrastruktur transportasi dan mobilitas terhadap kinerja angkutan barang kereta api di Indonesia pada periode tahun 2020–2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori serta memanfaatkan data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS). Variabel dependen dalam penelitian ini adalah kinerja angkutan barang kereta api yang diukur menggunakan produksi angkutan barang dalam satuan juta ton-km, sedangkan variabel independen meliputi mobilitas yang diproksikan melalui jumlah kendaraan bermotor dan infrastruktur transportasi yang diproksikan melalui pertumbuhan panjang jalan tol. Unit analisis penelitian mencakup wilayah Jawa dan Sumatera dengan periode pengamatan tahun 2020–2024. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda dengan transformasi logaritmik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel mobilitas dan infrastruktur transportasi tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja angkutan barang kereta api. Hasil uji simultan menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,917, sedangkan hasil uji parsial menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,743 untuk variabel mobilitas dan 0,988 untuk variabel infrastruktur transportasi. Nilai koefisien determinasi sebesar 0,024 menunjukkan bahwa model penelitian hanya mampu menjelaskan sebesar 2,4% variasi kinerja angkutan barang kereta api. Temuan penelitian menunjukkan bahwa transportasi jalan masih mendominasi sistem distribusi logistik nasional dibandingkan transportasi kereta api. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan sistem transportasi multimoda yang lebih terintegrasi untuk meningkatkan efisiensi distribusi logistik nasional.
Dampak Persepsi Inflasi, Suku Bunga, dan Harga Emas terhadap Keputusan Investasi Jangka Panjang dan Pengaruhnya terhadap Pertumbuhan Ekonomi Alif Athallah; Aditia Prajna Prasetia; Dio Gilang Ramadhan
Balance : Jurnal Akuntansi dan Manajemen Vol. 5 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jam.v5i1.1307

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh persepsi inflasi, suku bunga, dan harga emas terhadap keputusan investasi jangka panjang serta implikasinya terhadap persepsi pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang umumnya menggunakan indikator makroekonomi objektif, studi ini menekankan pendekatan berbasis persepsi individual untuk memahami perilaku investasi dari perspektif behavioral finance. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif eksploratif dan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS), data dikumpulkan dari 89 responden investor aktif melalui kuesioner daring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi harga emas berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan investasi, sementara persepsi inflasi dan suku bunga tidak menunjukkan pengaruh signifikan. Selain itu, keputusan investasi tidak terbukti memediasi hubungan antara persepsi makroekonomi dan persepsi pertumbuhan ekonomi. Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor aset safe-haven dan bias persepsi lebih dominan dalam membentuk keputusan investasi jangka panjang dibandingkan indikator makroekonomi objektif. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan literatur behavioral finance di negara berkembang serta memberikan implikasi bagi perumusan kebijakan literasi investasi berbasis perilaku.   This study aims to analyze the influence of perceptions of inflation, interest rates, and gold prices on long-term investment decisions and their implications for perceptions of economic growth in Indonesia. Unlike previous studies that generally use objective macroeconomic indicators, this study emphasizes an individual perception-based approach to understanding investment behavior from a behavioral finance perspective. Using an exploratory quantitative approach and the Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) method, data were collected from 89 active investor respondents through an online questionnaire. The results show that perceptions of gold prices have a positive and significant effect on investment decisions, while perceptions of inflation and interest rates do not show a significant effect. Furthermore, investment decisions are not proven to mediate the relationship between macroeconomic perceptions and perceptions of economic growth. These findings indicate that safe-haven assets and perceptual bias are more dominant in shaping long-term investment decisions than objective macroeconomic indicators. This study contributes to the development of behavioral finance literature in developing countries and provides implications for the formulation of behavior-based investment literacy policies.