Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perbandingan Dampak Lingkungan Porsi Co-firing pada PLTU Pulverized Coal 350 MW Satria Rizki; Maria Anityasari; Abdul Basit
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i2.1823

Abstract

Ketergantungan terhadap Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berbahan bakar batubara di Indonesia menimbulkan permasalahan dampak lingkungan. Upaya pengurangan dampak lingkungan ini menjadi tantangan dalam menjaga keberlanjutan sistem kelistrikan tanpa mengganggu keandalan pasokan energi. Salah satunya langkah yang sudah dilakukan dengan penerapan co-firing pada PLTU. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan dampak lingkungan dari penerapan co-firing biomassa pada PLTU Pulverized Coal (PC) dengan variasi komposisi bahan bakar batubara jenis low rank coal dan medium rank coal serta biomassa berupa sawdust. Metode yang digunakan adalah Life Cycle Assessment dengan sistem gate-to-gate dan functional unit sebesar 1 kW energi listrik, serta penilaian dampak menggunakan metode ReCiPe2016 pada level midpoint dan endpoint. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan biomassa secara bertahap mampu menurunkan dampak lingkungan, terutama terhadap pemanasan global, eutrofikasi, konsumsi sumber daya, serta toksisitas terhadap manusia dan ekosistem. Skenario terbaik diperoleh pada komposisi campuran dengan porsi biomassa sampai 15% yang menghasilkan dampak lingkungan paling rendah. Meskipun demikian, terdapat peningkatan pada beberapa kategori dampak seperti pembentukan partikulat halus dan toksisitas non-karsinogenik.
Evaluasi Proyek Overhaul Turbin Gas dengan Metode CPM, PERT, SMED, dan Monte Carlo Abdul Basit; Bambang Syairudin
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i3.1965

Abstract

Durasi overhaul yang panjang pada pembangkit listrik langsung memengaruhi keandalan operasi dan Equivalent Availability Factor (EAF) unit, karena setiap hari tambahan shutdown berarti hilangnya produksi dan meningkatnya risiko keterlambatan proyek. Penelitian ini menyusun model evaluasi overhaul yang memadukan Critical Path Method (CPM), Program Evaluation and Review Technique (PERT), Single Minute Exchange of Die (SMED), dan simulasi Monte Carlo, dengan studi kasus pada major inspection tiga unit turbin gas GT 2.1, GT 2.2, dan GT 2.3 di PLTGU Grati Blok 2. Jadwal proyek dimodelkan dengan Microsoft Project 2019, sedangkan risiko waktu dianalisis melalui simulasi Monte Carlo (1.000 iterasi, distribusi Beta-PERT) pada ModelRisk. Penerapan SMED secara bertahap berhasil memangkas durasi overhaul dari 45 hari pada kondisi eksisting menjadi 38, 35, dan 33 hari pada ketiga skenario percepatan, setara penurunan kumulatif 26,7% yang telah dikonfirmasi oleh realisasi lapangan. Percepatan ini turut mendorong kenaikan EAF unit di seluruh skenario, dengan manfaat finansial bersih yang signifikan terutama pada skenario yang sudah terealisasi penuh, yakni Skenario 3 (GT 2.2). Uji non-parametrik Kruskal-Wallis (H = 4.344,81; df = 4; p < 0,0001) mengonfirmasi bahwa perbedaan durasi antar skenario memang berbeda secara statistik, bukan sekadar variasi acak. Model evaluasi terpadu ini diharapkan dapat menjadi acuan pengambilan keputusan penjadwalan overhaul berbasis risiko pada pembangkit sejenis.