Penelitian ini bertujuan untuk menentukan strategi perencanaan kapasitas produksi yang optimal pada Devdan Industries guna memenuhi permintaan produk kaos secara efisien dan ekonomis. Metode yang digunakan adalah pendekatan Rough Cut Capacity Planning (RCCP) dengan pengumpulan data primer melalui wawancara langsung dengan manajer produksi, pemilik usaha, dan tenaga kerja, serta data sekunder berupa jam kerja, jumlah tenaga kerja, upah, dan historis permintaan kaos. Data primer diperoleh melalui observasi dan pengukuran waktu kerja menggunakan stopwatch time study sebanyak 30 kali pengamatan per kegiatan, kemudian diuji keseragaman dan kecukupan datanya. Kapasitas produksi tersedia dan kapasitas dibutuhkan dihitung berdasarkan waktu baku, jumlah tenaga kerja, dan jam kerja efektif, serta dianalisis untuk mengidentifikasi stasiun bottleneck. Apabila ditemukan kekurangan kapasitas, dilakukan alternatif pemenuhan melalui penambahan tenaga kerja, lembur (OT), subkontrak, dan kombinasi skenario tersebut, kemudian dihitung total biaya setiap alternatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa stasiun Sewing (Jahit) consistently menjadi bottleneck, sementara stasiun lain memiliki kapasitas mencukupi. Strategi yang paling efisien secara finansial adalah memaksimalkan kapasitas internal dengan tambahan lembur, menghasilkan total biaya tahunan Rp 13.018.053, lebih rendah dibandingkan penambahan tenaga kerja Rp 16.272.566 dan subkontrak Rp 57.034.483. Kesimpulannya, integrasi perencanaan kapasitas, penentuan waktu baku, dan evaluasi biaya melalui RCCP memungkinkan perusahaan untuk memenuhi fluktuasi permintaan pelanggan secara optimal, menekan biaya operasional, dan meningkatkan efisiensi serta efektivitas proses produksi di industri manufaktur