Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan pembuatan nata de coco: optimalisasi pangan sehat berbasis serat untuk kesehatan Yeti Rahelli; Egi Nisura; Zukryandry Zukryandry; Devi Elvina Rachma; Yunilla Prabandari; Bella Intan Ayu Safitri; Liana Verdini
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.37445

Abstract

Abstrak Serat pangan berperan penting dalam menjaga kesehatan, termasuk mengatur kadar gula darah, menurunkan kolesterol, meningkatkan keseimbangan mikrobiota usus, serta berfungsi sebagai prebiotik. Namun, konsumsi serat masyarakat masih rendah, termasuk di Desa Tamansari, meskipun daerah ini memiliki potensi air kelapa yang dapat diolah menjadi nata de coco, yaitu pangan fungsional tinggi serat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Kelompok Wanita Tani (KWT) dalam mengolah air kelapa menjadi nata de coco sebagai upaya optimalisasi pemenuhan serat pangan harian. Kegiatan dilaksanakan pada September 2025 dan diikuti oleh 25 anggota KWT. Metode pelaksanaan meliputi analisis situasi, penyuluhan kesehatan melalui ceramah, demonstrasi pembuatan nata de coco, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Penyuluhan membahas manfaat serat dan teknis pembuatan nata de coco, sedangkan demonstrasi memberikan pengalaman langsung mulai dari persiapan bahan hingga fermentasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta secara signifikan, ditandai dengan kenaikan skor rata-rata dari 4,56 pada pre-test menjadi 7,64 pada post-test (selisih 3,08; p = 0,000). Secara kualitatif, peserta menunjukkan antusiasme tinggi dan menyatakan kesiapan untuk mempraktikkan pembuatan nata de coco secara mandiri sebagai pangan sehat maupun peluang usaha rumah tangga. Kegiatan ini berhasil meningkatkan literasi gizi dan keterampilan pengolahan pangan fungsional berbasis potensi lokal. Diharapkan pelatihan lanjutan mengenai pengemasan dan pemasaran dapat memperkuat keberlanjutan program. Kata kunci: kelompok wanita tani; nata de coco; pangan fungsional; serat pangan Abstract Dietary fiber plays an essential role in maintaining health, including regulating blood glucose levels, reducing cholesterol, improving gut microbiota balance, and functioning as a prebiotic. However, fiber intake among the community remains low, including in Tamansari Village, despite the area’s abundant coconut water that can be processed into nata de coco, a high-fiber functional food. This community program aimed to enhance the knowledge and skills of the Women Farmer Group (KWT) in processing coconut water into nata de coco as an effort to optimize daily fiber intake. The activity was conducted in September 2025 and involved 25 KWT members. The implementation methods included situation analysis, health education through lectures, demonstration of nata de coco production, and evaluation using pre-test and post-test assessments. The educational sessions addressed the benefits of dietary fiber and the technical steps for producing nata de coco, while the demonstration provided hands-on experience ranging from ingredient preparation to fermentation. The results indicated a significant increase in participants’ knowledge, as reflected by the rise in average scores from 4.56 (pre-test) to 7.64 (post-test) (difference: 3.08; p = 0.000). Qualitatively, participants demonstrated high enthusiasm and expressed readiness to independently produce nata de coco as a healthy food option as well as a potential home-based business opportunity. This program successfully improved nutrition literacy and skills in processing functional foods based on local resources. Further training on packaging and marketing is recommended to support the sustainability of the program. Keywords: dietary fiber; functional food; nata de coco; women farmer group
Pelatihan Pengolahan Bakso Berbasis Sumber Daya Lokal Untuk Meningkatkan Konsumsi Protein Hewani di Lampung Selatan Aprilia Firdha Damayanti; Amalia Mar'atun Nadhifah; Yunilla Prabandari; Zukryandry; Husniati Marni; Randi Anggit Wibisono; Kiki Puspasari
Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal Vol. 9 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurdimas.v9i1.4296

Abstract

Abstract: The fisheries and livestock sectors in South Lampung Regency are among the main contributors to the local economy. However, this abundance of resources does not ensure adequate animal protein intake for the local community. Low public awareness of animal protein consumption, limited knowledge of processing and value, and suboptimal utilization of local food resources in South Lampung mean that most fisheries and livestock products are still sold fresh. Lecturers in the Agricultural Technology Department, Politeknik Negeri Lampung, conducted outreach and training on the handling and processing of fisheries and livestock products to broaden the horizons of agricultural representatives in South Lampung Regency. The program included outreach and training on the importance of animal protein, selecting high-quality, fresh ingredients, and implementing hygiene principles in the production process. Participants also learned skills in meatball making, packaging, and proper storage. This program is expected to enhance the community's thinking skills, creativity, and skills, increase animal protein consumption, and boost community income by processing local food sources into superior products that are characteristic of South Lampung Regency. Keywords: meatball; food diversification; added value; community service; animal protein Abstrak: Sektor perikanan dan peternakan di Kabupaten Lampung Selatan merupakan salah satu kontributor utama bagi ekonomi lokal. Namun faktanya, melimpahnya sumber daya tersebut tidak menjadikan asupan protein hewani masyarakat sekitarnya tercukupi dengan baik. Rendahnya kesadaran masyarakat untuk mengonsumsi protein hewani, terbatasnya pengetahuan masyarakat mengenai pengolahan dan nilai tambah, serta belum optimalnya pemanfaatan sumber pangan lokal di Lampung Selatan menyebabkan sampai saat ini kebanyakan hasil perikanan dan peternakan masih dijual dalam bentuk segar. Sosialisasi dan pelatihan mengenai penanganan hingga pengolahan hasil perikanan dan peternakan dilakukan oleh Dosen Jurusan Teknologi Pertanian, Politeknik Negeri Lampung, untuk membuka wawasan bagi perwakilan usaha tani di Kabupaten Lampung Selatan. Kegiatan yang dilakukan terdiri dari tahap sosialisasi dan pelatihan tentang pentingnya protein hewani, pemilihan bahan baku yang baik dan segar, serta proses produksi yang menerapkan prinsip higienitas. Peserta juga mendapatkan keterampilan membuat bakso, proses pengemasan, dan penyimpanan yang baik. Melalui program ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan berpikir, kreativitas dan keterampilan masyarakat, meningkatkan angka konsumsi protein hewani, dan meningkatkan pendapatan masyarakat melalui pengolahan sumber pangan lokal menjadi produk unggulan dan ciri khas Kabupaten Lampung Selatan. Kata kunci: bakso; diversifikasi olahan; nilai tambah; pengabdian; protein hewani