Gangguan Musculoskeletal Disorders (MSDs) merupakan salah satu permasalahan kesehatan kerja yang sering terjadi pada pekerja industri akibat postur kerja yang tidak ergonomis dan aktivitas repetitif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keluhan musculoskeletal menggunakan metode Nordic Body Map (NBM), menganalisis tingkat risiko postur kerja menggunakan metode RULA, serta memberikan usulan perbaikan postur kerja pada pekerja produksi CV. Samaraya. Meskipun penelitian tentang MSDs di industri manufaktur telah berkembang, kajian yang secara khusus mengombinasikan pendekatan kuantitatif (RULA) dan subjektif (NBM) pada industri konveksi skala menengah masih sangat terbatas. Penelitian ini hadir untuk mengisi kesenjangan tersebut, dengan kontribusi berupa evaluasi risiko MSDs secara komprehensif menggunakan kedua metode sekaligus. Hasil pengukuran NBM menunjukkan adanya keluhan dominan pada bagian punggung, pinggang, bahu, dan pergelangan tangan. Hasil analisis RULA sebelum perbaikan menunjukkan skor 5–6 pada aktivitas pemotongan, penjahitan, dan quality control, yang termasuk dalam kategori risiko sedang hingga tinggi, sehingga memerlukan investigasi, perencanaan intervensi ergonomi, dan perbaikan segera. Setelah dilakukan perbaikan postur kerja dan penyesuaian tinggi meja kerja, skor RULA menurun menjadi 4 pada seluruh aktivitas, yang menunjukkan adanya penurunan tingkat risiko ergonomi. Meskipun terjadi penurunan risiko, kondisi kerja masih memerlukan evaluasi lanjutan. Keterbatasan penelitian ini mencakup ukuran sampel yang terbatas, observasi di satu lokasi, dan faktor subjektif pada kuesioner NBM. Perbaikan ergonomi secara berkelanjutan serta evaluasi jangka panjang sangat direkomendasikan guna menurunkan risiko MSDs lebih lanjut.