Muhamma Sholeh
Universitas Jambi

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KESIAPAN GURU DALAM MENGINTEGRASIKAN DIGITALISASI PEMBELAJARAN DI SDN 40/I BAJUBANG LAUT Fefi Ezalia Putri; Muhamma Sholeh; Febby Ayuni Esya Putri
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.11173

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kesiapan guru dalam menghadapi transformasi pendidikan di era digital, khususnya dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam proses pembelajaran di sekolah dasar. Fokus penelitian ini adalah mendeskripsikan kesiapan guru dalam mengintegrasikan digitalisasi pembelajaran di SDN 40/I Bajubang Laut yang ditinjau dari aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan subjek penelitian kepala sekolah dan guru kelas V. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan guru dalam mengintegrasikan digitalisasi pembelajaran berada pada kategori baik. Guru memahami digitalisasi pembelajaran sebagai pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan efektivitas dan kualitas pembelajaran. Dari aspek keterampilan, guru mampu mengoperasikan perangkat digital dan memanfaatkan media pembelajaran seperti PowerPoint, video pembelajaran, interactive flat panel (IFP), dan Google Form . Dari aspek sikap, guru menunjukkan motivasi, keterbukaan, dan antusiasme dalam penggunaan teknologi pembelajaran. Faktor pendukung meliputi ketersediaan sarana dan prasarana, dukungan kepala sekolah, pelatihan, serta komunitas belajar guru, sedangkan faktor penghambat meliputi variasi kemampuan digital guru, keterbatasan waktu, dan kendala jaringan internet. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kesiapan guru berada pada kategori baik, namun masih diperlukan pelatihan dan pendampingan berkelanjutan agar implementasi digitalisasi pembelajaran dapat berjalan lebih optimal dan berkesinambungan.