Fefi Ezalia Putri
Universitas Jambi

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STRUKTUR LINGUISTIK BAHASA Fefi Ezalia Putri; Rusta Liyan; Andre Patoman Simatupang; Silvina Noviyanti
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 10 No. 04 (2024): Volume 10 No. 04 Desember 2024 In Progress.
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v10i04.5174

Abstract

Manusia dalam kehidupannya tak bisa lepas dari bahasa. Bahasa menjadi sebuah sistem komunikasi verbal untuk menyuarakan ide, pikiran, hasrat dan keinginan dari satu manusia kepada manusia lainnya. Bentuk bahasa itu sendiri secara garis besar terbagi menjadi dua, bahasa lisan dan bahasa tulisan. Saking urgennya bahasa sebagai alat komunikasi utama membuat para pakar linguistik menyebut aktivitas berbahasa menjadi kebutuhan yang sama vitalnya dengan bernafas. Tak hanya manusia, sistem bahasa juga dipakai oleh seluruh makhluk hidup dengan berbagai bentuk dan jenisnya yang sangat beragam. Secara paradigmatik bahasa menjadi media yang fungsional tak sekadar sebagai sarana komunikasi, juga sebagai sarana aktualisasi diri dan bahkan ruang meditasi spiritual. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Sebagaimana dijabarkan Suryabrata, metode deskriptif adalah sebentuk penelitian yang bertujuan untuk mengelaborasi ataupun menjelaskan secara komprehensif seluk-beluk seputar situasi dan kejadian. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan penelitian deskriptif kritis dengan lebih menekankan pada kekuatan analisis sumber-sumber dan data-data yang ada dengan mengandalkan teori-teori dan konsepkonsep yang ada untuk diinterpretasikan berdasarkan tulisan-tulisan yang mengarah kepada pembahasan strukturalFungsi sintaksis berkaitan dengan struktur dalam tata bahasa satuan yang dibahas untuk mengidentifikasi fungsi tiap-tiap satuan kata dalam kontruksi tubuh sintaksis. Fungsi sintaksis ada lima: subjek (S), predikat (P), objek (O), keterangan (Ket) dan komplemen (Kom).
KESIAPAN GURU DALAM MENGINTEGRASIKAN DIGITALISASI PEMBELAJARAN DI SDN 40/I BAJUBANG LAUT Fefi Ezalia Putri; Muhamma Sholeh; Febby Ayuni Esya Putri
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.11173

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kesiapan guru dalam menghadapi transformasi pendidikan di era digital, khususnya dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam proses pembelajaran di sekolah dasar. Fokus penelitian ini adalah mendeskripsikan kesiapan guru dalam mengintegrasikan digitalisasi pembelajaran di SDN 40/I Bajubang Laut yang ditinjau dari aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan subjek penelitian kepala sekolah dan guru kelas V. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan guru dalam mengintegrasikan digitalisasi pembelajaran berada pada kategori baik. Guru memahami digitalisasi pembelajaran sebagai pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan efektivitas dan kualitas pembelajaran. Dari aspek keterampilan, guru mampu mengoperasikan perangkat digital dan memanfaatkan media pembelajaran seperti PowerPoint, video pembelajaran, interactive flat panel (IFP), dan Google Form . Dari aspek sikap, guru menunjukkan motivasi, keterbukaan, dan antusiasme dalam penggunaan teknologi pembelajaran. Faktor pendukung meliputi ketersediaan sarana dan prasarana, dukungan kepala sekolah, pelatihan, serta komunitas belajar guru, sedangkan faktor penghambat meliputi variasi kemampuan digital guru, keterbatasan waktu, dan kendala jaringan internet. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kesiapan guru berada pada kategori baik, namun masih diperlukan pelatihan dan pendampingan berkelanjutan agar implementasi digitalisasi pembelajaran dapat berjalan lebih optimal dan berkesinambungan.