Kasmiati
Prodi Kebidanan Saumlaki, Poltekkes Kemenkes Maluku, Maluku, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KORELASI KAREKATERISTIK DEMOGRAFI DAN PSIKOLOGI DALAM PEMERIKSAAN IVA TEST PADA WANITA USIA SUBUR (WUS) DI DESA BOMAKI Kasmiati; Kasmiati Kasmiati; Arvicha Fauziah; Kristiova M. Saragih; Jakob L. Jambormias
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 6 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Cakupan pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) di Indonesia masih jauh di bawah target ideal. Di Desa Bomaki, meskipun akses fisik memadai, tingkat partisipasi Wanita Usia Subur (WUS) dalam deteksi dini kanker serviks tetap rendah akibat berbagai kendala individu. Penelitian ini bertujuan menganalisis korelasi karakteristik demografi dan psikologi terhadap perilaku pemeriksaan IVA pada WUS di Desa Bomaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Metode: Penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectional dilakukan pada bulan Februari–Maret 2025. Sampel sebanyak 53 responden WUS berusia 20–60 tahun dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Data primer dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dengan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square (x = 0,05). Hasil: Uji statistik menunjukkan tidak ada karakteristik demografi (umur, pendidikan, pekerjaan, status pernikahan, suku, pendapatan, jarak faskes) yang berhubungan signifikan dengan perilaku pemeriksaan IVA (p > 0,05). Sebaliknya, faktor psikologi menerima prosedur (p < 0,00), pengetahuan spesifik tentang pemeriksaan IVA (p= 0,01), dan dukungan suami (p = 0,03) memiliki korelasi positif yang sangat signifikan. Pengetahuan umum mengenai kanker serviks tidak menunjukkan hubungan bermakna (p = 0,12). Kesimpulan: Karakteristik demografi dan akses fisik tidak menjamin keikutsertaan WUS dalam skrining jika tidak disertai kesiapan psikologis dan dukungan interpersonal. Penguatan strategi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) yang berfokus pada prosedur spesifik IVA serta keterlibatan suami sangat diperlukan untuk meningkatkan capaian skrining.