Latar Belakang: Cakupan pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) di Indonesia masih jauh di bawah target ideal. Di Desa Bomaki, meskipun akses fisik memadai, tingkat partisipasi Wanita Usia Subur (WUS) dalam deteksi dini kanker serviks tetap rendah akibat berbagai kendala individu. Penelitian ini bertujuan menganalisis korelasi karakteristik demografi dan psikologi terhadap perilaku pemeriksaan IVA pada WUS di Desa Bomaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Metode: Penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectional dilakukan pada bulan Februari–Maret 2025. Sampel sebanyak 53 responden WUS berusia 20–60 tahun dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Data primer dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dengan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square (x = 0,05). Hasil: Uji statistik menunjukkan tidak ada karakteristik demografi (umur, pendidikan, pekerjaan, status pernikahan, suku, pendapatan, jarak faskes) yang berhubungan signifikan dengan perilaku pemeriksaan IVA (p > 0,05). Sebaliknya, faktor psikologi menerima prosedur (p < 0,00), pengetahuan spesifik tentang pemeriksaan IVA (p= 0,01), dan dukungan suami (p = 0,03) memiliki korelasi positif yang sangat signifikan. Pengetahuan umum mengenai kanker serviks tidak menunjukkan hubungan bermakna (p = 0,12). Kesimpulan: Karakteristik demografi dan akses fisik tidak menjamin keikutsertaan WUS dalam skrining jika tidak disertai kesiapan psikologis dan dukungan interpersonal. Penguatan strategi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) yang berfokus pada prosedur spesifik IVA serta keterlibatan suami sangat diperlukan untuk meningkatkan capaian skrining.
Copyrights © 2026