Pertumbuhan Kota Bandar Lampung yang pesat menyebabkan perubahan tata guna lahan berupa berkurangnya daerah resapan dan meningkatnya permukaan kedap air akibat pembangunan permukiman serta kawasan komersial. Kondisi ini meningkatkan limpasan permukaan dan memicu banjir, khususnya di Jalan Perkotaan Nunyai Rajabasa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis debit banjir serta menentukan jumlah dan dimensi optimal sumur resapan sebagai upaya pengendalian limpasan permukaan di lokasi penelitian. Metode penelitian dilakukan melalui analisis hidrologi yang meliputi analisis frekuensi curah hujan, penentuan distribusi probabilitas, analisis intensitas hujan menggunakan metode Mononobe, analisis koefisien pengaliran, serta perhitungan debit banjir menggunakan metode rasional. Perencanaan sumur resapan dilakukan menggunakan metode Sunjoto (1998). Data curah hujan yang digunakan berasal dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji–Tulang Bawang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi.Log.Pearson.III merupakan distribusi paling optimal untuk analisis hujan di lokasi penelitian. Debit banjir rencana untuk kala ulang.5, .10, .25, dan.50 tahun berturut-turut sebesar 1,478.m³/det, 1,83.m³/det, 2,31.m³/det, dan 2,69.m³/det. Kapasitas saluran eksisting sebesar 1,6215 m³/det hanya mampu menampung debit pada kala ulang 5 tahun, sedangkan pada kala ulang yang lebih besar telah terjadi limpasan. Hasil perencanaan menunjukkan kebutuhan sebanyak 18 unit sumur resapan dengan diameter 0,8 m dan kedalaman 1,5 m untuk membantu mengurangi limpasan permukaan dan risiko genangan di Kelurahan Nunyai.