Annisa Saharani Safana
Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas PGRI Palembang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Bimbingan dan Konseling Berwawasan Multikultural sebagai Strategi Penguatan Sikap Toleransi Peserta Didik: Studi Literatur Annisa Saharani Safana; Aprilia Susanti; Elma Safira; Nadia Febriyani; Sasta Meisya Nabila; Vemi Mailan Afriyani; Putri Gusti Maulin Sari
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2026): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Juni 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v4i2.1587

Abstract

Keberagaman budaya, agama, etnis, dan latar belakang sosial dalam lingkungan pendidikan menuntut adanya pendekatan yang mampu membangun sikap toleransi peserta didik secara berkelanjutan. Namun, masih ditemukan berbagai bentuk intoleransi, diskriminasi, dan konflik sosial di lingkungan sekolah yang menunjukkan perlunya penguatan layanan pendidikan yang lebih inklusif. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran bimbingan dan konseling berwawasan multikultural sebagai strategi dalam memperkuat sikap toleransi peserta didik. Penelitian menggunakan metode studi literatur dengan menelaah berbagai sumber ilmiah berupa jurnal, buku, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan tema bimbingan dan konseling multikultural serta pendidikan toleransi. Data dianalisis melalui proses identifikasi, klasifikasi, interpretasi, dan sintesis terhadap temuan-temuan yang diperoleh. Hasil kajian menunjukkan bahwa layanan bimbingan dan konseling berwawasan multikultural berkontribusi dalam meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap keberagaman, mengembangkan empati, mengurangi prasangka dan perilaku diskriminatif, serta memperkuat kemampuan komunikasi dan interaksi sosial lintas budaya. Implementasi layanan melalui bimbingan klasikal, bimbingan kelompok, konseling individual, layanan informasi, konsultasi, dan mediasi berbasis budaya terbukti mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang inklusif dan harmonis. Selain itu, kompetensi multikultural konselor menjadi faktor penting dalam keberhasilan pelaksanaan layanan. Dengan demikian, integrasi pendekatan multikultural dalam program bimbingan dan konseling perlu dilakukan secara sistematis sebagai upaya membentuk karakter peserta didik yang toleran dan mampu hidup berdampingan dalam masyarakat yang majemuk.
Seni Memimpin di Era Digital: Strategi Kepemimpinan Adaptif dalam Menghadapi Perubahan Teknologi Annisa Saharani Safana; Aprilia Susanti; Devi Fitriani; Merlin Ayu Safitri; Putri Ajeng Lestari Noer Iskandar; Vemi Mailan Afriyani; Widiya Aprilia; Endang Surtiyoni
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 3 (2026): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, September 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v4i3.1682

Abstract

Kemajuan teknologi digital telah mengubah berbagai aspek kehidupan dan cara organisasi dijalankan, termasuk dalam praktik kepemimpinan. Situasi tersebut menuntut pemimpin untuk mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan yang terjadi agar dapat menghadapi berbagai tantangan secara efektif. Salah satu pendekatan yang dianggap sesuai adalah kepemimpinan adaptif, yaitu kemampuan pemimpin dalam merespons perubahan, mengelola ketidakpastian, serta mendorong terciptanya inovasi dalam organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji berbagai strategi kepemimpinan adaptif yang dapat diterapkan dalam menghadapi perubahan teknologi pada era digital. Penelitian menggunakan metode literature review dengan mengumpulkan dan menelaah berbagai sumber ilmiah yang relevan, seperti jurnal, buku, dan artikel penelitian terkait kepemimpinan adaptif serta perkembangan teknologi digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemimpin di era digital perlu memiliki kemampuan literasi digital, komunikasi yang baik, keterampilan berpikir kritis, sikap terbuka terhadap perubahan, serta kemauan untuk terus belajar dan mengembangkan kompetensi diri maupun anggota tim. Selain itu, dukungan budaya organisasi yang fleksibel dan inovatif turut berperan dalam meningkatkan efektivitas kepemimpinan adaptif. Oleh karena itu, penerapan strategi kepemimpinan adaptif menjadi langkah penting bagi organisasi untuk menghadapi perubahan teknologi dan menjaga keberlangsungan serta daya saing di era digital.