Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Heat Treatment dan Variasi Media Pendingin Terhadap Kekerasan dan Struktur Mikro Baja BJTD 280 Ahmad Multazam
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2026): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Juni 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v4i2.1589

Abstract

Perkembangan industri modern mendorong meningkatnya kebutuhan terhadap material baja yang memiliki sifat mekanik yang baik sesuai dengan kebutuhan penggunaan di bidang konstruksi dan manufaktur. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk meningkatkan sifat mekanik material adalah proses heat treatment. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh proses heat treatment dan variasi media pendingin terhadap kekerasan dan struktur mikro baja BJTD 280. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan variasi temperatur pemanasan sebesar 600°C dan 900°C serta penggunaan media pendingin berupa air garam 10% dan oli. Proses perlakuan panas dilakukan dengan pemanasan material dan dilanjutkan proses quenching menggunakan masing-masing media pendingin. Pengujian yang dilakukan meliputi uji kekerasan dan pengamatan struktur mikro material. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses heat treatment berpengaruh terhadap peningkatan kekerasan baja BJTD 280. Nilai kekerasan rata-rata baja tanpa perlakuan sebesar 48,83 HV meningkat menjadi 50,17 HV pada pendinginan air garam dan 52,23 HV pada pendinginan menggunakan oli. Hasil pengamatan struktur mikro menunjukkan bahwa pendinginan menggunakan oli menghasilkan struktur perlit yang lebih dominan dibandingkan pendinginan menggunakan air garam, sehingga menghasilkan tingkat kekerasan yang lebih tinggi. Dengan demikian, variasi media pendingin memberikan pengaruh terhadap perubahan struktur mikro dan peningkatan kekerasan baja BJTD 280.
Penerapan Teknologi Tepat Guna Alat Penabur Pupuk Padat Sederhana di Desa Banjar Sari, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur Ahmad Multazam
JGEN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): JGEN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Juni 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jgen.v4i3.1590

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menerapkan teknologi tepat guna berupa alat penabur pupuk padat sederhana guna meningkatkan efisiensi kerja dan mengurangi beban fisik petani di Dusun Kembang Kuning, Desa Banjar Sari, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur. Permasalahan utama yang dihadapi petani adalah proses pemupukan yang masih dilakukan secara manual sehingga membutuhkan waktu lama, tenaga besar, dan menyebabkan keluhan nyeri punggung akibat posisi kerja membungkuk secara berulang. Selain itu, alat penabur pupuk yang tersedia di pasaran dinilai relatif mahal dan sulit dijangkau oleh petani. Solusi yang ditawarkan melalui kegiatan ini adalah pembuatan dan penerapan alat penabur pupuk padat sederhana berbahan dasar pipa PVC, selang, pegas tarik, handle rem sepeda, dan tas ransel yang mudah diperoleh serta berbiaya rendah. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi masalah, perancangan alat, demonstrasi penggunaan, serta pendampingan kepada petani dalam pengoperasian alat di lahan pertanian. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa petani mampu mengoperasikan alat dengan baik dan memberikan respon positif terhadap penerapan teknologi tersebut. Penggunaan alat terbukti mampu meningkatkan efisiensi pemupukan dengan pengurangan waktu kerja sekitar 45% dibandingkan metode manual. Selain itu, alat juga membantu mengurangi intensitas membungkuk dan kontak langsung dengan pupuk sehingga pekerjaan menjadi lebih nyaman dan ergonomis. Biaya pembuatan alat yang relatif murah, yaitu sekitar Rp45.000–Rp55.000 per unit, menjadikan teknologi ini mudah diterapkan dan berpotensi direplikasi pada wilayah pertanian lainnya. Dengan demikian, penerapan alat penabur pupuk padat sederhana dapat menjadi solusi praktis dalam mendukung efisiensi kerja, kemandirian petani, dan praktik pertanian berkelanjutan.