Nasywa Dzulqa Fauzi
Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Universitas Muhammadiyyah Sumatera Utara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kesalahan Fonologi dalam Penyajian Informasi pada Akun Instagram TauKoTembung Periode Mei 2026 Nasywa Dzulqa Fauzi; Nadya Shafwah; Charles Butar-Butar
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2026): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Juni 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v4i2.1591

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kesalahan fonologi dalam penyajian informasi pada akun Instagram TauKoTembung periode Mei 2026. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis kesalahan berbahasa (error analysis). Data berupa 10 caption berita yang diunggah akun tersebut dianalisis mengacu pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) edisi V dan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) sebagai standar kebakuan. Hasil penelitian menemukan empat kategori kesalahan yaitu (1) penghilangan fonem (elisi), (2) substitusi fonem, (3) interferensi dialek Melayu Medan, dan (4) kesalahan ejaan berdasarkan PUEBI. Kesalahan terbanyak ditemukan pada kategori elisi prefiks dan monoftongisasi yang dipengaruhi ragam lisan dan dialek lokal. Penelitian ini mengisi kesenjangan kajian yang selama ini berfokus pada media konvensional, dengan memberikan kontribusi bagi linguistik terapan khususnya pada ranah bahasa jurnalistik digital akun komunitas lokal.
Analisis Semiotik dalam Puisi “Taman di Tengah Pulau Karang” Karya Taufiq Ismail Nadya Shafwah; Sajdah Adellia; Nasywa Dzulqa Fauzi; Ika Alia Marsya; Muhammad Isman
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2026): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Juni 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v4i2.1592

Abstract

Penelitian ini mengkaji unsur-unsur semiotik dalam puisi “Taman di Tengah Pulau Karang” karya Taufiq Ismail menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi (content analysis) berbasis semiotika Charles Sanders Peirce yang membagi tanda menjadi tiga kategori utama yaitu ikon, simbol, dan indeks. Puisi yang pertama kali dimuat di majalah Horison edisi September 1967 dengan judul “Central Park” ini menghadirkan potret alam yang terdesak di tengah peradaban urban Manhattan. Melalui analisis terhadap enam penggalan puisi yang dipilih secara representatif dari awal hingga akhir teks, penelitian ini menemukan bahwa ketiga jenis tanda tersebut bekerja secara simultan untuk membangun makna berlapis mulai dari gambaran visual yang konkret, kritik terhadap industrialisasi, hingga kegelisahan eksistensial atas relasi manusia dan alam. Hasil analisis menunjukkan bahwa diksi dan citra dalam puisi ini bukan sekadar ornamen estetis, melainkan sistem tanda yang fungsional dan penuh muatan ideologis.