Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Konstruksi Komunikasi Islam dalam Budaya Nongkrong Anak Muda Urban melalui Kajian Nilai Qawlan Sadidan pada Interaksi Lisan Informal Indra Indra; Ade Irma; Fakhri Fakhri
WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 3 No 2 (2026): WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/wathan.v3i2.464

Abstract

Budaya “nongkrong” telah menjadi bentuk interaksi sosial khas di kalangan anak muda Muslim urban sebagai ruang berdialog, berekspresi, dan membangun relasi. Namun, komunikasi informal dalam konteks ini sering kali mengabaikan nilai-nilai etika dan spiritual yang menjadi dasar komunikasi Islam. Penelitian ini bertujuan untuk membangun pemahaman tentang konstruksi komunikasi Islam dalam budaya nongkrong anak muda Muslim urban melalui telaah nilai qawlan sadidan (perkataan yang benar dan membangun) dalam interaksi lisan informal. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka dengan menelaah sumber-sumber Islam klasik dan literatur kontemporer tentang etika komunikasi serta perilaku sosial remaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip qawlan sadidan tetap relevan sebagai pedoman etika komunikasi sehari-hari bagi anak muda Muslim, dengan penekanan pada kejujuran, kesantunan, dan tanggung jawab. Integrasi nilai komunikasi Islam dalam budaya anak muda tidak menghambat kebebasan sosial, melainkan memperkuat kesadaran moral dalam hubungan antarmanusia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan literasi komunikasi Islam di kalangan generasi muda penting untuk membentuk komunikasi yang bermakna, etis, dan bernilai spiritual dalam kehidupan urban modern.
Keterampilan Mendengarkan Aktif dalam Meningkatkan Empati Komunikasi Antarpribadi dengan Teman Sebaya Wilda Sofia; Ade Irma
Jimmi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin Vol. 3 No. 1 (2026): JIMMI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/jimmi.v3i1.447

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran keterampilan mendengarkan aktif dalam meningkatkan empati komunikasi antarpribadi pada hubungan teman sebaya. Latar belakang penelitian didasarkan pada pentingnya kemampuan interpersonal dalam membangun relasi sosial yang harmonis, terutama pada remaja dan mahasiswa yang sedang berada pada fase perkembangan sosial yang intens. Metode yang digunakan adalah penelitian pustaka (library research) dengan menelaah berbagai literatur komunikasi, psikologi sosial, dan penelitian terkait mendengarkan aktif serta empati interpersonal. Hasil kajian menunjukkan bahwa mendengarkan aktif merupakan fondasi komunikasi yang efektif karena melibatkan perhatian penuh terhadap pesan verbal dan nonverbal, pemahaman konteks, serta respons empatik yang konstruktif. Temuan analitis juga menunjukkan adanya hubungan kuat antara keterampilan mendengarkan aktif dan peningkatan empati, yang tercermin melalui kemampuan memahami perspektif orang lain, validasi emosional, serta pengurangan konflik interpersonal. Selain itu, implikasi keterampilan mendengarkan aktif dalam interaksi teman sebaya terlihat pada munculnya hubungan yang lebih stabil, dukungan emosional yang lebih kuat, serta kemampuan adaptasi komunikasi di era digital. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa pengembangan keterampilan mendengarkan aktif merupakan kebutuhan penting dalam membentuk kualitas hubungan sosial yang sehat dan bermakna.
Etika Komunikasi Digital: Dampak Negatif Ucapan Kasar Pada Live Streming Tik Tok Terhadap Karakter Generasi Aceh Rhaishul Huda; Ade Irma
Jimmi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2026): JIMMI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/jimmi.v3i2.570

Abstract

Perkembangan teknologi digital dan media baru memberikan pengaruh besar terhadap kehidupan sosial masyarakat, khususnya dalam penggunaan aplikasi TikTok sebagai sarana komunikasi dan penyebaran informasi. Di Aceh, penggunaan fitur live streaming TikTok semakin marak di kalangan masyarakat, namun dalam praktiknya sering ditemukan penggunaan bahasa kasar dan ujaran yang tidak sopan saat berinteraksi dengan penonton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fenomena penggunaan bahasa kasar pada siaran langsung TikTok, faktor penyebab terjadinya perilaku tersebut, dampaknya terhadap generasi Aceh, serta upaya yang dapat dilakukan untuk mengembalikan nilai sopan santun dalam komunikasi di dunia maya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian pustaka dengan mengumpulkan data melalui buku, jurnal ilmiah, dan sumber referensi lain yang berkaitan dengan media sosial dan etika komunikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa kasar dalam live streaming TikTok dipengaruhi oleh faktor kondisi sosial, lingkungan pergaulan, provokasi penonton, dan rendahnya kontrol emosi pengguna media sosial. Dampak yang ditimbulkan meliputi menurunnya nilai moral dan etika komunikasi, munculnya ujaran kebencian dan konflik sosial, memberikan contoh buruk bagi anak dan remaja, serta menurunkan citra masyarakat Aceh sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai religius dan adat istiadat. Oleh karena itu, diperlukan peran pemerintah, keluarga, lembaga pendidikan, dan tokoh masyarakat dalam meningkatkan literasi digital, pendidikan karakter, serta pengawasan terhadap penggunaan media sosial agar tercipta komunikasi yang santun dan beretika di dunia maya.