Hilman Akhmad Sadikin
Universitas Singaperbangsa Karawang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Kepala Sekolah dalam Mewujudkan Kesadaran Multikultural di Sekolah Menengah Atas Rafif Zaki Rabbani; Hinggil Permana; Saprialman; Chindy Shamantha; Hilman Akhmad Sadikin
Journal of Educational Administration and Leadership Vol. 5 No. 4 (2026): Vol 5 Issue 4 (2026) in Progress
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jeal.v5i4.605

Abstract

Penelitian tentang strategi kepala sekolah dalam mewujudkan kesadaran multikultural penting dilakukan karena sekolah menjadi ruang utama pembentukan sikap toleran dalam masyarakat majemuk. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi kepala sekolah dalam mewujudkan kesadaran multikultural di Sekolah Menengah Atas melalui pendekatan manajemen pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode kajian literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan memilih artikel, buku, dan dokumen akademik yang relevan dengan strategi kepala sekolah, manajemen pendidikan, pendidikan multikultural, budaya sekolah, dan kesadaran multikultural. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi terhadap sumber ilmiah yang memenuhi kriteria relevansi, kebaruan, dan kelengkapan informasi. Data dianalisis menggunakan analisis isi melalui tahapan reduksi data, pengelompokan tema, interpretasi, sintesis naratif, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kepala sekolah dalam membangun kesadaran multikultural tampak melalui penyusunan kebijakan inklusif, penguatan visi sekolah, pengintegrasian nilai keberagaman dalam kurikulum, pelibatan guru dan warga sekolah, pembiasaan budaya toleran, serta pengawasan terhadap pelaksanaan program multikultural. Temuan ini juga memperlihatkan bahwa kesadaran multikultural berkembang lebih efektif ketika nilai toleransi tidak hanya diajarkan dalam pembelajaran, tetapi juga diwujudkan dalam interaksi, keteladanan, layanan sekolah, kegiatan kelembagaan, dan penguatan kapasitas guru secara berkelanjutan. Implikasi penelitian ini menegaskan perlunya kepala sekolah mengembangkan kepemimpinan yang responsif terhadap keberagaman agar sekolah mampu menjadi ekosistem pendidikan yang adil, terbuka, harmonis, partisipatif, bebas dari praktik diskriminatif, serta relevan dengan kebutuhan peserta didik dalam kehidupan sosial multikultural masa kini secara berkelanjutan