Mahir
Universitas Negeri Makassar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Alat Peraga Fisika Berbasis Ethno-STEM bagi Calon Guru Fisika Mahir; M. A. Martawijaya; Abdul Haris; Mutahharah Hasyim; Usman
Jurnal Hasil Inovasi Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): January - June (In Progress)
Publisher : Borneo Novelty Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70310/jhim.2026.03010695

Abstract

Pelatihan pembuatan alat peraga fisika berbasis Ethno-STEM merupakan salah satu upaya strategis dalam meningkatkan kompetensi pedagogik dan kreativitas calon guru fisika dalam mengintegrasikan budaya lokal dengan pembelajaran sains. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan calon guru fisika dalam merancang serta membuat alat peraga fisika yang memanfaatkan kearifan lokal sebagai sumber belajar kontekstual. Kegiatan dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu identifikasi kebutuhan peserta, pemberian materi tentang konsep Ethno-STEM dan pengembangan alat peraga fisika, praktik pembuatan alat peraga, presentasi hasil karya, serta evaluasi kegiatan. Peserta kegiatan terdiri atas calon guru fisika yang mengikuti pelatihan secara aktif melalui pendekatan partisipatif dan berbasis proyek. Materi pelatihan menekankan pada integrasi unsur etnosains, teknologi sederhana, rekayasa, dan matematika dalam pengembangan media pembelajaran fisika. Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai implementasi pembelajaran kontekstual berbasis budaya lokal serta kemampuan dalam mendesain alat peraga yang inovatif, ekonomis, dan mudah diterapkan di sekolah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan mampu meningkatkan keterampilan peserta dalam membuat alat peraga fisika berbasis Ethno-STEM. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong munculnya kreativitas peserta dalam memanfaatkan potensi budaya lokal sebagai media pembelajaran yang relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Produk alat peraga yang dihasilkan peserta mencerminkan integrasi konsep fisika dengan praktik budaya masyarakat setempat sehingga dapat mendukung pembelajaran yang lebih bermakna. Kegiatan pengabdian masyarakat ini memberikan kontribusi positif terhadap penguatan kompetensi profesional calon guru fisika, khususnya dalam pengembangan media pembelajaran inovatif berbasis budaya lokal. Pelatihan semacam ini direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan guna mendukung implementasi pembelajaran abad ke-21 yang kontekstual, kreatif, dan berorientasi pada penguatan identitas budaya.
Pelatihan Penyusunan Kegiatan Kokurikuler Fisika Berbasis Kearifan Lokal bagi Guru SMA M. A. Martawijaya; Mahir; Abdul Haris; Mutahharah Hasyim; Muhammad Taqwin
Jurnal Hasil Inovasi Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): January - June (In Progress)
Publisher : Borneo Novelty Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70310/jhim.2026.03010696

Abstract

Kegiatan kokurikuler merupakan salah satu bagian penting dalam implementasi pembelajaran yang mendukung penguatan kompetensi peserta didik secara kontekstual dan aplikatif. Namun, pelaksanaan kegiatan kokurikuler fisika di sekolah masih cenderung terbatas pada aktivitas akademik konvensional dan belum banyak mengintegrasikan potensi kearifan lokal sebagai sumber belajar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru fisika dalam menyusun kegiatan kokurikuler fisika berbasis kearifan lokal di SMA. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk workshop yang melibatkan 7 guru fisika SMA sebagai peserta. Pelaksanaan workshop meliputi pemberian materi, diskusi, penyusunan rancangan kegiatan kokurikuler, validasi rancangan, dan evaluasi respon peserta terhadap kegiatan yang dikembangkan. Data kegiatan diperoleh melalui lembar validasi dan angket respon praktisi yang diisi oleh peserta workshop. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa guru fisika mampu menyusun rancangan aktivitas kokurikuler fisika berbasis kearifan lokal yang relevan dengan karakteristik lingkungan sekolah dan budaya masyarakat sekitar. Berdasarkan hasil validasi, rancangan kegiatan kokurikuler yang dikembangkan berada pada kategori baik dan layak untuk diterapkan di sekolah. Selain itu, respon praktisi menunjukkan bahwa kegiatan kokurikuler berbasis kearifan lokal dinilai mampu meningkatkan keterlibatan peserta didik, memperkuat pembelajaran kontekstual, serta mendukung pelestarian budaya lokal melalui pembelajaran fisika. Workshop ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kompetensi guru dalam mengembangkan aktivitas pembelajaran fisika yang lebih inovatif dan kontekstual. Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa integrasi kearifan lokal dalam aktivitas kokurikuler dapat menjadi alternatif pengembangan pembelajaran fisika yang lebih bermakna bagi peserta didik. Oleh karena itu, pelaksanaan workshop serupa perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk mendukung implementasi pembelajaran berbasis budaya lokal di sekolah