Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Transformasi Kelembagaan Pendidikan Islam di Andalusia: Dari Sistem Madrasah ke Model Universitas: - Yusmicha Ulya Afif; Ratna Etikasari Agus
AL-MIKRAJ Jurnal Studi Islam dan Humaniora (E-ISSN 2745-4584) Vol. 6 No. 1: AL-Mikraj Jurnal Studi Islam dan Humaniora
Publisher : Pascasarjana Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/almikraj.v6i1.8289

Abstract

This study examines the transformation of Islamic education in Andalusia from the madrasah system to university-like institutions, with particular attention to institutional structures, curricula, and academic practices. The research focuses on how Andalusian madrasahs developed formal educational features such as structured curricula, multidisciplinary knowledge integration, teacher authorization systems (ijāzah), and academic autonomy, which later influenced the formation of medieval European universities. This study employs a qualitative historical research method based on literature analysis. Primary sources include classical Andalusian texts and works of prominent scholars such as Ibn Rushd, Ibn Bājjah, and Ibn Ṭufayl, while secondary sources consist of contemporary historical and educational studies. Data analysis was conducted through three stages: (1) historical-descriptive analysis to reconstruct the development of educational institutions and curricula in Andalusia; (2) interpretative analysis to examine the role of madrasahs in shaping academic authority, teaching methods, and knowledge transmission; and (3) comparative analysis to identify similarities between Andalusian madrasahs and early European universities. The findings indicate that Islamic education in Andalusia experienced a significant institutional transformation, characterized by the emergence of madrasahs with organized curricula encompassing religious sciences, philosophy, medicine, mathematics, and astronomy, supported by extensive libraries and an inclusive academic environment. These institutions also implemented systems of scholarly certification and academic autonomy that closely resemble the foundational structures of medieval European universities. This study highlights the substantial contribution of Islamic educational institutions in Andalusia to the historical development of higher education and underscores the need for a more inclusive global historiography of education
PENGEMBANGAN MODUL GEOMETRI UNTUK MENINGKATKAN PENALARAN SPASIAL MAHASISWA CALON GURU MI/SD Ulum Fatmahanik; Yusmicha Ulya Afif
Ibriez : Jurnal Kependidikan Dasar Islam Berbasis Sains Vol 10 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/ibriez.v10i1.815

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan modul yang layak, untuk mengetahui respon mahasiswa terhadap modul yang telah dikembangkan, serta mengetahui peningkatan penalaran spasial mahasiswa setelah menggunakan modul yang dikembangkan. Model pengembangan dalam penelitian ini menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluation) dalam menghasilkan produk. Hasil penilaian ahli materi menunjukkan bahwa modul yang telah dikembangkan mempunyai kualitas layak dan sangat baik dengan diperoleh skor 93,3%.  Hasil penilaian ahli media menunjukkan bahwa modul yang dikembangkan mempunyai kualitas layak dan sangat baik dengan diperoleh skor 87%. Hasil penilaian ahli pembelajaran menunjukkan bahwa modul yang dikembangkan mempunyai kualitas layak dan sangat baik dengan diperoleh skor 92%. Sedangkan hasil penilaian ahli bahasa menunjukkan bahwa modul yang dikembangkan mempunyai kualitas layak dan sangat baik dengan diperoleh skor 92%. Hasil respon mahasiswa mahasiswa menunjukkan bahwa yang dikembangkan mempunyai kualitas layak dan sangat baik dengan diperoleh skor 77,5%.  Dan modul yang dikembangkan  efektif dalam meningkatkan penalaran spasial mahasiswa yang ditunjukan dengan skor n-gain 0,71 kategori tinggi atau 71% sehingga modul dalam kategori efektif dalam meningkatkan penalaran spasial