Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penguatan Identitas Kebugisan pada Diaspora Bugis di Kuala Samboja Sofia Sofia; Ilham Samudra Sanur; Ahmadin Ahmadin; La Malihu; Rifal Rifal
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jpkm.v2i4.2512

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat identitas kebugisan pada komunitas diaspora Bugis di Kuala Samboja, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Diaspora Bugis dikenal memiliki tradisi maritim dan mobilitas sosial-ekonomi tinggi yang membentuk jaringan budaya lintas wilayah. Namun, di tengah dinamika modernisasi dan interaksi antar-etnis, identitas budaya Bugis menghadapi tantangan berupa pergeseran nilai dan melemahnya transmisi antar-generasi. Melalui pendekatan partisipatif dan kolaboratif, kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dalam tiga tahap: (1) persiapan, yang mencakup pemetaan kebutuhan komunitas melalui wawancara dan observasi partisipatif; (2) pelaksanaan, yang berfokus pada workshop budaya dan bahasa Bugis, pelatihan seni dan ritual tradisional, serta dialog antar-generasi untuk memperkuat pemahaman nilai siri’ na pesse; dan (3) tindak lanjut, berupa evaluasi efektivitas program dan pembentukan Komunitas Budaya Bugis Kuala Samboja sebagai wadah pelestarian budaya berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya partisipasi masyarakat dalam aktivitas kebudayaan, penggunaan bahasa Bugis dalam interaksi sosial, serta munculnya inisiatif lokal dalam pelestarian tradisi.
Keadilan Lingkungan dalam Bayang-Bayang Pariwisata: Analisis Sosiologi Farmasi atas Risiko Kesehatan Lingkungan pada Masyarakat Kawasan Pariwisata Bali Muhammad khaerul Nur; Syamsu A. Kamaruddin; Arlin Adam; Ahmadin Ahmadin
Indonesian Journal of Intellectual Publication Vol. 6 No. 3 (2026): Juli 2026, IJI Publication
Publisher : Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/ijipublication.v6i3.965

Abstract

Fenomena meningkatnya aktivitas pariwisata di Bali, khususnya di kawasan Pantai Kuta, tidak hanya menghasilkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memunculkan persoalan lingkungan dan kesehatan yang berdampak pada masyarakat lokal. Tingginya produksi limbah, pencemaran pesisir, serta ketimpangan akses layanan kesehatan menunjukkan adanya ketidakadilan lingkungan antara masyarakat lokal, wisatawan, dan pelaku industri pariwisata. Penelitian ini bertujuan menganalisis distribusi risiko kesehatan lingkungan serta faktor struktural yang memengaruhi ketimpangan tersebut melalui perspektif sosiologi farmasi. Penelitian menggunakan pendekatan mixed-method dengan dominasi kualitatif. Data kuantitatif diperoleh melalui kuesioner terhadap 45 responden yang terdiri atas masyarakat lokal, wisatawan, dan stakeholder pariwisata, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dan observasi lapangan. Analisis data dilakukan secara deskriptif-komparatif untuk mengidentifikasi perbedaan tingkat risiko kesehatan dan akses layanan kesehatan antar kelompok sosial, kemudian diperdalam melalui analisis tematik untuk menjelaskan relasi kekuasaan, distribusi modal, dan kerentanan sosial dalam pengelolaan kesehatan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat lokal mengalami paparan risiko kesehatan lebih tinggi dibandingkan wisatawan dan stakeholder, sementara kapasitas akses layanan kesehatan mereka relatif lebih rendah. Temuan ini menegaskan bahwa modernitas pariwisata turut mereproduksi ketimpangan keadilan lingkungan di kawasan wisata Bali.
Keadilan Lingkungan dalam Bayang-Bayang Pariwisata: Analisis Sosiologi Farmasi atas Risiko Kesehatan Lingkungan pada Masyarakat Kawasan Pariwisata Bali Muhammad khaerul Nur; Syamsu A. Kamaruddin; Arlin Adam; Ahmadin Ahmadin
Indonesian Journal of Intellectual Publication Vol. 6 No. 3 (2026): Juli 2026, IJI Publication
Publisher : Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/ijipublication.v6i3.965

Abstract

Fenomena meningkatnya aktivitas pariwisata di Bali, khususnya di kawasan Pantai Kuta, tidak hanya menghasilkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memunculkan persoalan lingkungan dan kesehatan yang berdampak pada masyarakat lokal. Tingginya produksi limbah, pencemaran pesisir, serta ketimpangan akses layanan kesehatan menunjukkan adanya ketidakadilan lingkungan antara masyarakat lokal, wisatawan, dan pelaku industri pariwisata. Penelitian ini bertujuan menganalisis distribusi risiko kesehatan lingkungan serta faktor struktural yang memengaruhi ketimpangan tersebut melalui perspektif sosiologi farmasi. Penelitian menggunakan pendekatan mixed-method dengan dominasi kualitatif. Data kuantitatif diperoleh melalui kuesioner terhadap 45 responden yang terdiri atas masyarakat lokal, wisatawan, dan stakeholder pariwisata, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dan observasi lapangan. Analisis data dilakukan secara deskriptif-komparatif untuk mengidentifikasi perbedaan tingkat risiko kesehatan dan akses layanan kesehatan antar kelompok sosial, kemudian diperdalam melalui analisis tematik untuk menjelaskan relasi kekuasaan, distribusi modal, dan kerentanan sosial dalam pengelolaan kesehatan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat lokal mengalami paparan risiko kesehatan lebih tinggi dibandingkan wisatawan dan stakeholder, sementara kapasitas akses layanan kesehatan mereka relatif lebih rendah. Temuan ini menegaskan bahwa modernitas pariwisata turut mereproduksi ketimpangan keadilan lingkungan di kawasan wisata Bali.