Peningkatan aktivitas pembangunan di Kabupaten Bireuen menuntut ketersediaan tenaga kerja konstruksi yang kompeten dan terstandar. Namun, sebagian besar tenaga kerja masih bekerja berdasarkan pengalaman tanpa pemahaman standar teknis, khususnya pada pekerjaan pasangan dan plesteran dinding bata, sehingga berdampak pada kualitas hasil pekerjaan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi tenaga kerja melalui pelatihan berbasis standar nasional (SNI 6897:2008 dan SNI 03-6861.1-2002). Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan desain pretest–posttest melalui pembekalan teori, praktik lapangan, dan uji kompetensi selama dua hari dengan melibatkan 85 peserta dengan evaluasi dilakukan melalui penilaian teori dan praktik menggunakan indikator teknis dan penerapan keselamatan kerja (K3). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan efektif meningkatkan kompetensi peserta, dengan nilai rata-rata meningkat dari 62,4 ± 8,7 menjadi 81,6 ± 6,5 dan perbedaan yang signifikan (p < 0,001). Sebanyak 89,33% peserta dinyatakan kompeten. Selain itu, terjadi peningkatan kualitas pekerjaan dan penurunan kesalahan teknis lebih dari 40%, serta peningkatan kesadaran terhadap penerapan K3. Temuan ini menegaskan bahwa pelatihan berbasis praktik (learning by doing) efektif dalam meningkatkan keterampilan teknis dan profesionalisme tenaga kerja konstruksi. Program ini juga memberikan kontribusi sebagai model pelatihan terapan yang dapat direplikasi untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia konstruksi secara berkelanjutan.