Pelatihan penggunaan alat ukur tanah theodolite dan waterpass merupakan salah satu upaya peningkatan kompetensi praktis mahasiswa Teknik Sipil di Provinsi Aceh. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya fasilitas praktik dan pengalaman lapangan mahasiswa dalam bidang survei pemetaan, sehingga diperlukan pelatihan terstruktur yang mengintegrasikan teori dan praktik. Tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah memberikan pemahaman menyeluruh mengenai prinsip kerja, kalibrasi, dan prosedur pengoperasian alat ukur tanah, serta meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam melakukan pengukuran sudut dan beda tinggi secara akurat di lapangan. Metode pelaksanaan meliputi penyampaian materi teori, demonstrasi alat, praktik langsung di lahan Rusunawa Gampong Paya Cut, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan kemampuan peserta secara signifikan, di mana 92% mahasiswa mampu mengoperasikan alat secara mandiri dan nilai rata-rata post-test meningkat sebesar 30% dibandingkan dengan pretest. Peserta juga mampu membaca dan mencatat hasil pengukuran dengan satuan internasional secara tepat, serta memahami prinsip perhitungan beda tinggi dan sudut vertikal. Dampak kegiatan ini terlihat dari meningkatnya kesiapan mahasiswa dalam menghadapi kegiatan praktik lapangan, serta terbangunnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan berbasis praktik. Kegiatan ini juga menghasilkan luaran berupa peningkatan keterampilan teknis mahasiswa, dokumentasi video pelatihan, dan publikasi ilmiah sebagai bentuk diseminasi hasil pengabdian kepada masyarakat.
Copyrights © 2026