Najwa Aulia Putri
Universitas Islam Negeri Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Edukasi Literasi Akurasi Digital Arah Kiblat bagi Masyarakat Gampong Paloh Bate Kota Lhokseumawe Hasna Tuddar Putri; Ismail Ismail; Laiyina Ukhti; Ravik Walhidayah; Najwa Aulia Putri
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, April 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jmm.v5i2.26238

Abstract

Arah kiblat merupakan syarat sah dalam pelaksanaan ibadah salat, namun perhatian terhadap akurasinya di lingkungan rumah tempat tinggal masih sangat minim dibandingkan dengan bangunan masjid. Di Gampong Paloh Bate, Kota Lhokseumawe, ditemukan permasalahan serius berupa deviasi arah kiblat rumah warga yang berkisar antara 4° hingga 33° karena penggunaan metode tradisional yang kurang akurat. Selain itu, keterbatasan literasi digital masyarakat menjadi penghambat dalam pemanfaatan teknologi navigasi modern. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital masyarakat melalui pendampingan teknis penentuan arah kiblat yang presisi. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan tahapan sosialisasi, pelatihan penggunaan aplikasi digital, serta aksi nyata verifikasi lapangan. Alat utama yang digunakan adalah aplikasi Qur’an Kemenag yang telah terkalibrasi. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada aspek kognitif dan keterampilan masyarakat, di mana pemahaman mengenai konsep arah kiblat meningkat dari 33,3% menjadi 83,3% dan kemampuan menggunakan aplikasi digital mencapai 87,5% dari sebelunya 26,6%. Secara teknis, pendampingan ini berhasil mengoreksi arah kiblat pada 30 rumah warga menjadi sangat akurat dengan rentang deviasi hanya 0° sampai 2,5°. Dampak dari kegiatan ini adalah tumbuhnya kemandirian masyarakat dalam memverifikasi arah kiblat secara mandiri serta terciptanya ketenangan spiritual dalam beribadah. Salah satu luaran yang diperoleh dari pengabdian ini meliputi peningkatan kapasitas kader lokal literasi digital arah kiblat. Melalui integrasi teknologi dan partisipasi aktif, masyarakat kini mampu mentransformasi praktik ibadah tradisional menuju praktik yang lebih saintifik dan akurat.