Banjir merupakan salah satu bencana alam yang sering terjadi di beberapa wilayah Provinsi Aceh, terutama pada musim hujan dengan intensitas curah hujan tinggi dan meluapnya aliran sungai. Kondisi tersebut menyebabkan genangan air yang membawa lumpur dan sedimen sehingga menurunkan kualitas sumber air bersih masyarakat. Salah satu wilayah terdampak adalah Desa Blang Mee, Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, di mana beberapa sumur gali warga mengalami pencemaran lumpur akibat banjir sehingga tidak dapat dimanfaatkan sebagai sumber air bersih. Persiapan kegiatan selama 5 minggu sampai dengan selesai. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dilapangan pada tanggal 9–10 Januari 2026 dengan tujuan memulihkan fungsi sumur gali dan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pemeliharaan sumber air pasca banjir. Kegiatan melibatkan 8 dosen, 8 mahasiswa, dan 12 warga dengan pelaksanaan normalisasi pada 4 sumur gali terdampak banjir. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui survei kondisi sumur, pengurasan air menggunakan mesin pompa, pengangkatan endapan lumpur secara manual, pembersihan dinding sumur, serta edukasi kepada masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa endapan lumpur setebal ±40 cm berhasil dibersihkan sehingga kedalaman efektif sumur kembali normal dan kondisi air menjadi lebih jernih serta tidak berbau. Selain itu, masyarakat memperoleh pemahaman mengenai langkah pemeliharaan sumur pasca banjir melalui kegiatan edukasi dan pendampingan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa normalisasi sumur merupakan metode sederhana dan efektif dalam mendukung pemulihan akses air bersih masyarakat pasca banjir