Marina Yosina Ainusi
Universitas Papua

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING PADA MATERI SISTEM GERAK MANUSIA Marina Yosina Ainusi; Jeni Jeni; Nuryanti Rumalolas
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.11177

Abstract

The issue of low student engagement and learning achievement, particularly in the human movement system material, indicates that conventional learning approaches have not fully accommodated the need for active and meaningful learning. Departing from this condition, the present study was designed to examine the extent to which the implementation of the Problem Based Learning (PBL) model can promote improvements in both student activity and learning outcomes within the targeted topic. Methodologically, this research adopts a Classroom Action Research (CAR) design conducted over two cycles. Each cycle comprises four interrelated stages: planning, implementation, observation, and reflection. The participants consisted of 9 students in Cycle I and 7 students in Cycle II; the decrease was due to the absence of 2 students, and therefore data analysis was limited to those who completed the entire learning sequence. Data were collected through activity observation sheets and learning outcome tests, and subsequently analyzed using a descriptive quantitative approach. The findings are notably encouraging. Students’ learning activity demonstrated a consistent upward trajectory: from 71.25% in the first meeting of Cycle I, increasing to 76.25% in the second meeting, and rising significantly to 87.5% in Cycle II. Equally remarkable, learning mastery experienced a dramatic increase from only 33.33% in Cycle I to 100% in Cycle II. Taken together, these results reinforce the argument that PBL is not merely a variation of instructional technique but a substantive approach capable of creating an active, collaborative, and genuinely student-centered learning environment. ABSTRAK Persoalan rendahnya keterlibatan dan capaian belajar peserta didik khususnya pada materi sistem gerak manusia mengisyaratkan bahwa pendekatan pembelajaran konvensional belum sepenuhnya mampu mengakomodasi kebutuhan belajar yang aktif dan bermakna. Berangkat dari kondisi tersebut, penelitian ini dirancang untuk mengkaji sejauh mana penerapan model Problem Based Learning (PBL) dapat mendorong peningkatan aktivitas sekaligus hasil belajar peserta didik dalam pokok bahasan yang dimaksud. Secara metodologis, penelitian ini mengadopsi desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang berlangsung dalam dua siklus. Setiap siklus mencakup empat tahapan yang saling berkaitan, yakni perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Adapun subjek yang terlibat berjumlah 9 peserta didik pada siklus I dan 7 peserta didik pada siklus II berkurangnya jumlah ini disebabkan oleh ketidakhadiran 2 peserta didik, sehingga analisis data hanya dilakukan terhadap mereka yang mengikuti seluruh rangkaian pembelajaran secara penuh. Pengumpulan data dilakukan melalui lembar observasi aktivitas dan tes hasil belajar, yang selanjutnya dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Temuan yang diperoleh cukup menggembirakan. Aktivitas belajar peserta didik menunjukkan trajektori peningkatan yang konsisten: dari 71,25% pada pertemuan pertama siklus I, naik menjadi 76,25% pada pertemuan kedua, dan melonjak signifikan hingga mencapai 87,5% pada siklus II. Tidak kalah mencolok, ketuntasan hasil belajar mengalami lonjakan yang sangat tajam dari hanya 33,33% pada siklus I menjadi 100% pada siklus II. Keseluruhan capaian ini memperkuat argumen bahwa PBL bukan sekadar variasi metode mengajar, melainkan sebuah pendekatan yang secara substantif mampu menciptakan iklim pembelajaran yang aktif, kolaboratif, dan sungguh-sungguh berpusat pada peserta didik.