Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Validation of a Transformative Learning Model Based on Marosok Local Wisdom for Strengthening Students' Entrepreneurial Character Felia Siska; Novidya Yulanda; Maria Magdalena Beatrice Sogen; Irwan Irwan; Darius Yonatan
Jurnal Mamangan Vol 14, No 1 (2025): Jurnal Ilmu Sosial Mamangan Accredited 2 (SK Dirjen Ristek Dikti No. 0173/C3/DT
Publisher : LPPM Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/mamangan.v14i1.9372

Abstract

The Marosok tradition is one of the local wisdoms of the Minangkabau culture that upholds the values of honesty, trust, responsibility, work ethic, and empathy. Due to globalization, the Marosok tradition is increasingly unfamiliar to school-aged generations. In fact, this tradition embodies entrepreneurial character values of Minangkabau traders. This study aims to elevate local community traditions as content in Social Studies education (IPS) while also preserving the local wisdom inherited from the Minangkabau society. The objective of this research is to develop a transformative learning model based on Marosok local wisdom and to produce a valid transformative learning model for Social Studies education. This research employs the Research and Development (R&D) method following the Borg & Gall model. Data collection techniques include questionnaires, focus group discussions (FGDs), interviews, and observations. The data analysis technique uses descriptive statistics. The research findings indicate that the development of a transformative learning model based on local wisdom results in seven syntax stages: Bapatuik, formulating essential questions, designing the project, implementing the project, assessing the results, decision-making, and constructing new meaning perspectives. Model validation was carried out in two stages: Focus Group Discussion and expert validation using questionnaires. The FGD stage recommended that the learning model could proceed to the implementation phase with a suggestion to reduce the decision-making syntax stage. The results of the model and learning tools validation by experts in model design, content, language, and practicing teachers indicated an average validity score of 93%, confirming that the transformative learning model based on Marosok local wisdom is valid for school implementation. The conclusion of this study is that the Marosok-based local wisdom learning model has been developed and is valid for use in Social Studies learning at the junior secondary level (SMP/MTs), with the potential to strengthen students’ entrepreneurial character
Implementasi Pembelajaran IPS berbasis Green Consumer untuk Meningkatkan Keterampilan Berfikir Kritis Peserta Didik Novidya Yulanda; Vella Anggresta
INTELEKTIUM INTELEKTIUM
Publisher : Neolectura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37010/int.v5i1.1533

Abstract

Climate change and its serious impacts are a global concern. Overconsumption and environmental pollution are among the main factors. The green consumers movement is emerging as a solution. Social studies education plays an important role in instilling environmental values and developing critical thinking skills in students. This article discusses the link between green consumers, social studies learning, and critical thinking skills. The findings state that developing critical thinking skills through social studies learning will help students become more effective agents of change in efforts to preserve the earth and increase green consumer awareness in students. Social studies learning also plays an important role in developing various intellectual dimensions of students, such as linguistic, logical-mathematical, spatial, social, and personal intelligence. Social studies learning plays an important role in preparing a smart, critical and creative young generation to face climate change and build a sustainable future.
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN DARING DI MASA PANDEMI COVID-19 PESERTA DIDIK KELAS X AKUNTANSI KEUANGAN DAN LEMBAGA DI SMK SANDIKTA BEKASI Maria Caesaria Prabaningtyas; Novidya Yulanda; Albertus Maria Setyastanto
KAJIAN MULTIDISIPLIN ILMU (KAMI) Vol. 1 No. 01 (2026): KAJIAN MULTIDISIPLIN ILMU (KAMI)
Publisher : PT. Vhalery Media Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67429/3g0z4v64

Abstract

Pembelajaran merupakan proses interaksi antara guru dan siswa saat memulai prose pembelajaran dikelas. Masa Covid-19 menyebabkan semua orang harus menggunakan masker dan menjaga jarak, sama halnya dengan dunia pendidikan dimana proses kegiatan pembelajaran yang biasanya tatap muka menjadi daring. Pembelajaran daring merupakan pembelajaran online yang melibatkan teknologi dan internet untuk mengakses barang-barang elektronik sebagai penunjang pembelajaran daring. Proses pembelajaran daring ini diharapkan agar semua guru mampu bekerja sama dengan baik dalam hal pembuatan media pembelajaran supaya siswa tidak merasa bosan. Sebelum memulai pembelajaran daring, guru sudah menyiapkan RPP, materi, dan media pembelajaran online dengan kesiapan yang cukup dari guru tersebut. Selanjutnya seorang guru harus bisa melakukan penilaian terhadap hasil belajar peserta didik. Dalam proses pembelajaran daring terdapat hal negative yang menyebabkan sistem memilik hambatan dalam pembelajaran daring di kelas. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metodologi penelitian kualitatif dimana, pada penilaian ini membutuhkan data dengan melibatkan pihak sekolah dalam membantu proses pengumpulan data di lapangan dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi dan wawancara. Untuk menyajikan hasil penelitian, maka peneliti mendeskripsikan semua hasil pengumpulan data dilapangan. Selanjutnya, mendeskripsikan pembahasan secara lengkap dan menarik kesimpulan setelah melakukan pengumpulan data. Hasil penelitian ini berdasarkan dengan keadaan sebenarnya sesuai dengan kehidupan sehari-hari. Kesimpulan setelah melakukan penelitian tersebut adalah setiap pembelajaran daring memerlukan strategi atau model pembelajaran di kelas, sesuai dengan tujuan pembelajaran, sehingga guru menggunakan media pembelajaran yang bervariatif dan dapat melibatkan peserta didik dalam mengerjakan tugas-tugas untuk pengambilan evaluasi dan hasil belajar dalam pembelajaran daring.