Zulfa Mustofa
UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Sosiologi Manajemen Keuangan Pesantren: Transparansi Administrasi dan Kepercayaan Wali Santri di Pondok Pesantren Nururrohman Sirau Kemranjen Banyumas Zulfa Mustofa; Muh. Hanif
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 3 (2026): July : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v4i3.1301

Abstract

Manajemen keuangan pada lembaga pendidikan Islam menjadi aspek penting dalam menjaga keberlangsungan operasional dan membangun hubungan sosial yang baik antara pengelola lembaga dan wali santri. Dalam perspektif sosiologi, pengelolaan administrasi keuangan tidak hanya berkaitan dengan pencatatan dana, tetapi juga menyangkut transparansi, akuntabilitas, dan pembentukan kepercayaan sosial. Permasalahan muncul ketika pengelolaan administrasi masih dilakukan secara manual sehingga berpotensi menimbulkan keterlambatan informasi, kurang efektifnya pelaporan, dan terbatasnya pengawasan keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan sistem pengelolaan keuangan, bentuk transparansi administrasi, dan pengaruhnya terhadap kepercayaan wali santri di Pondok Pesantren Nururrohman Sirau Kemranjen Banyumas. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus sosiologis. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap pengurus pondok terkait pengelolaan administrasi keuangan, pembayaran santri, pelaporan iuran, dan komunikasi dengan wali santri. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan di pondok masih dilakukan secara manual melalui pencatatan pembayaran, laporan iuran, dan komunikasi langsung dengan wali santri. Sistem administrasi dilakukan melalui pembayaran transfer maupun penyerahan langsung kepada pengurus. Transparansi informasi biaya pendidikan, kebutuhan santri, dan kegiatan pondok mampu meningkatkan kepercayaan wali santri terhadap lembaga. Selain itu, pondok juga memiliki beberapa unit usaha seperti nururrohman mart, laundry, jasa cukur, dan pertanian yang membantu kebutuhan operasional lembaga. Namun, pengurus masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan sumber daya manusia, belum optimalnya digitalisasi administrasi, keterlambatan pembayaran wali santri, dan sistem pelaporan keuangan yang masih sederhana. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis bagi kajian sosiologi manajemen pendidikan Islam serta kontribusi praktis dalam pengembangan sistem administrasi keuangan yang lebih transparan, akuntabel, dan profesional guna meningkatkan mutu lembaga pendidikan Islam.