Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Identifikasi Bakteri Vibrio Cholerae DAN Vibrio Parahaemolyticus pada Kerang Hijau Penjual Makanan Seafood di Warung Tenda Pinggir Jalan di Wilayah Kemayoran dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Alyaa Shabrina Arifin; Pratami Adityaningsari; Intan Keumala Dewi; Muhammad Arsyad; Firman Arifandi
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 6 No. 5 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v6i5.3172

Abstract

Kerang hijau (Perna viridis) merupakan bahan pangan laut yang banyak dikonsumsi masyarakat, namun sifatnya sebagai filter feeder berpotensi menyebabkan akumulasi bakteri patogen, termasuk Vibrio cholerae dan Vibrio parahaemolyticus yang dapat menimbulkan foodborne diseases. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan kedua bakteri tersebut pada kerang hijau yang dijual di warung tenda pinggir jalan wilayah Kemayoran serta meninjaunya dari perspektif kesehatan dan pandangan Islam. Penelitian menggunakan desain deskriptif observasional dengan enam sampel kerang hijau mentah dan matang yang diuji menggunakan metode Total Plate Count (TPC), isolasi pada media ADP dan TCBS, pewarnaan Gram, serta uji biokimia. Hasil penelitian menunjukkan sampel mentah memiliki jumlah koloni bakteri melebihi batas aman BPOM, sedangkan sampel matang menunjukkan penurunan signifikan dan berada dalam batas aman konsumsi. Secara morfologi ditemukan karakter yang mengarah pada Vibrio sp., namun hasil uji biokimia menunjukkan seluruh isolat tidak sesuai dengan profil Vibrio cholerae maupun Vibrio parahaemolyticus sehingga dinyatakan negatif. Dari perspektif Islam, kerang hijau halal secara zat, namun aspek thayyib harus dipenuhi melalui pengolahan higienis untuk menghindari risiko kesehatan. Dengan demikian, pemrosesan yang tepat diperlukan agar konsumsi kerang hijau tetap aman dan sesuai prinsip halalan thayyiban.
The Relationship Between Body Mass Index (BMI) and Blood Pressure in Hypertensive Patients at Ciptodadi Community Health Center, Musi Rawas Regency, and Its Review from an Islamic Perspective Keisa Yude Prameswari; Diniwati Mukhtar; Muhammad Arsyad
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 6 No. 12 (2025): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jiss.v6i12.2149

Abstract

This study examines the relationship between Body Mass Index (BMI) and blood pressure (hypertension) in the Ciptodadi Community Health Center, Musi Rawas Regency. Hypertension, a non-communicable disease, is influenced by factors like BMI, with higher BMI contributing to increased blood pressure. An observational analytical study with a cross-control approach involved 60 respondents, 30 with hypertension and 30 without. Blood pressure and BMI were measured, and data were analyzed using the Chi-Square test. The results indicated a significant relationship between BMI and blood pressure, with 40% of respondents with a BMI ≥23 kg/m² having hypertension, compared to 16.7% without hypertension. The Chi-Square test yielded a p-value of 0.00, with an odds ratio (OR) of 8.000, suggesting a significant association between BMI and hypertension. The study concludes that individuals with excess BMI are at a higher risk of developing hypertension. From an Islamic perspective, maintaining BMI and blood pressure aligns with the obligation of hifz an-nafs (preserving the soul).