Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efektivitas Ekstrak Daun Sirih Cina (Peperomia Pellucida) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Propionibacterium Acnes dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Dinia Yuliani; Intan Keumala Dewi; Siti Marhamah
Jurnal sosial dan sains Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1824.38 KB) | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v2i1.333

Abstract

Latar Belakang : Prevalensi acne vulgaris di Indonesia cukup tinggi, yaitu berkisar antara 85-100% orang, Bakteri penyebab acne vulgaris antara lain Propionibacterium acnes. Propionibacterium acnes merupakan bakteri flora normal dengan sifat Gram positif dan anaerob dimana bakteri ini menghasilkan lipase yang memecah asam lemak bebas dari lipid kulit dan mengakibatkan inflamasi jaringan. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas ekstrak daun sirih cina terhadap hambatan pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes. Metode : Metode yang dilakukan untuk menguji daya antibakteri pada penelitian ini adalah metode disc diffusion yaitu menggunaakan cakram yang ditanam pada media brucella agar. Metode yang digunakan untuk mengekstrak daun sirih cina (Peperomia pellucida) adalah metode maserasi. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan pada konsentrasi ekstrak daun sirih cina 25% dan 50% tidak didapatkan adanya zona hambat. Konsentrasi ekstrak daun sirih cina 75% didapatkan zona hambat 10 mm, pada konsentrasi ekstrak daun sirih cina 100% didapatkan zona hambat 11,17 mm. Zona hambat kontrol positif yaitu menggunakan antibiotik eritromisin didapatkan sebesar 49.04 mm, pada kontrol negatif menggunakan aquadest steril tidak terlihat adanya zona hambat. Hasil uji kebermaknaan ekstrak daun sirih cina (Peperomia pellucida) dari hasil klasifikasi Greenwood pada uji Post hoc, perbedaan antar konsentrasi didapatkan nilai P < 0,05 dinyatkan bermakna pada masing-masing konsentrasi kecuali 25% dan 50%. Kesimpulan : Ekstrak daun sirih cina memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Propionibacterium acnes diantara konsentrasi 75% dan 100% namun tidak cukup efektif untuk menghambat perttumbuhan bakteri Propionibacterium acnes.
Identifikasi Bakteri Vibrio Cholerae DAN Vibrio Parahaemolyticus pada Kerang Hijau Penjual Makanan Seafood di Warung Tenda Pinggir Jalan di Wilayah Kemayoran dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Alyaa Shabrina Arifin; Pratami Adityaningsari; Intan Keumala Dewi; Muhammad Arsyad; Firman Arifandi
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 6 No. 5 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v6i5.3172

Abstract

Kerang hijau (Perna viridis) merupakan bahan pangan laut yang banyak dikonsumsi masyarakat, namun sifatnya sebagai filter feeder berpotensi menyebabkan akumulasi bakteri patogen, termasuk Vibrio cholerae dan Vibrio parahaemolyticus yang dapat menimbulkan foodborne diseases. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan kedua bakteri tersebut pada kerang hijau yang dijual di warung tenda pinggir jalan wilayah Kemayoran serta meninjaunya dari perspektif kesehatan dan pandangan Islam. Penelitian menggunakan desain deskriptif observasional dengan enam sampel kerang hijau mentah dan matang yang diuji menggunakan metode Total Plate Count (TPC), isolasi pada media ADP dan TCBS, pewarnaan Gram, serta uji biokimia. Hasil penelitian menunjukkan sampel mentah memiliki jumlah koloni bakteri melebihi batas aman BPOM, sedangkan sampel matang menunjukkan penurunan signifikan dan berada dalam batas aman konsumsi. Secara morfologi ditemukan karakter yang mengarah pada Vibrio sp., namun hasil uji biokimia menunjukkan seluruh isolat tidak sesuai dengan profil Vibrio cholerae maupun Vibrio parahaemolyticus sehingga dinyatakan negatif. Dari perspektif Islam, kerang hijau halal secara zat, namun aspek thayyib harus dipenuhi melalui pengolahan higienis untuk menghindari risiko kesehatan. Dengan demikian, pemrosesan yang tepat diperlukan agar konsumsi kerang hijau tetap aman dan sesuai prinsip halalan thayyiban.