Salahuddin Salahuddin
Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PROGRESSIVISME SEBAGAI LANDASAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM: ANALISIS KEBIJAKAN PENDIDIKAN DI INDONESIA Purnama Danriani; Salahuddin Salahuddin; Jamrizal Jamrizal
Al-Irsyad: Journal of Education Science Vol 5 No 1 (2026): Al-Irsyad: Journal of Education Science
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Darud Da'wah Wal Irsyad Pinrang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58917/aijes.v5i1.834

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi progressivisme sebagai landasan pengembangan pendidikan Islam serta mengkaji implementasi nilai-nilai progressivisme dalam kebijakan pendidikan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi literatur. Data diperoleh dari artikel jurnal, buku, dokumen kebijakan, dan peraturan perundang-undangan yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi melalui tahapan reduksi data, kategorisasi, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitiannya bahwa progressivisme mempunyai relevansi yang kuat sebagai landasan filosofis dalam pengembangan pendidikan Islam di Indonesia. Analisis terhadap berbagai kebijakan pendidikan Islam menunjukkan bahwa prinsip-prinsip progressivisme, seperti proses pembelajarannya yang menempatkan siswanya sebagai subjek utama serta mendorong berkembangnya kemampuan berpikir kritis, fleksibilitas kurikulum, serta integrasi ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keislaman, telah mulai terakomodasi ditiap-tiap kebijakan pendidikannya, termasuk penerapannya Kurikulum Merdeka, penguatan moderasi beragama, dan transformasi digital madrasah. Secara teoritis, temuan ini menegaskan bahwa progressivisme dapat menjadi kerangka konseptual yang memperkuat transformasi pendidikan Islam agar lebih responsif pada zamannya yang berkembang dan masih memegang identitasnya termasuk nilai keagamaannya. Dengan demikian, pengembangan pendidikan Islam memerlukan pendekatan yang mengutamakan pelestarian tradisi, kemampuannya beradaptasi pada perubahan sosialnya, teknologinya, maupun kebutuhan masyarakat modernnya. Penelitian selanjutnya disarankan untuk melakukan studi empiris mengenai implementasi kebijakan pendidikan Islam di berbagai lembaga pendidikan, mengkaji efektivitas transformasi digital madrasah dan pesantren, serta mengeksplorasi penerapan prinsip-prinsip progressivisme dalam praktik pembelajaran dan manajemen pendidikan Islam.
URGENSI POLITIK DAN KEBIJAKAN DALAM MENINGKATKAN PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA Raihan Farid Al Qudsyi; Salahuddin Salahuddin; Jamrizal Jamrizal
Al-Irsyad: Journal of Education Science Vol 5 No 1 (2026): Al-Irsyad: Journal of Education Science
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Darud Da'wah Wal Irsyad Pinrang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58917/aijes.v5i1.856

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis urgensi politik dan kebijakan dalam meningkatkan kualitas pendidikan Islam di Indonesia. Pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, moral, dan nilai-nilai keagamaan yang mendukung pembangunan sumber daya manusia. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui penelusuran literatur pada basis data Google Scholar dengan rentang publikasi tahun 2018–2026 menggunakan kata kunci. Literatur dipilih berdasarkan kriteria relevansi, kredibilitas sumber, dan keterkaitannya dengan konteks pendidikan Islam di Indonesia, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi. Hasil penelitian politik dan kebijakan memiliki peran yang sangat strategis dalam menentukan arah, kualitas, dan keberlanjutan pendidikan Islam di Indonesia. Pendidikan Islam tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai wahana pembentukan karakter, moral, dan nilai-nilai keagamaan yang mendukung pembangunan sumber daya manusia. Secara praktis, pemerintah perlu memperkuat pemerataan akses dan kualitas pendidikan Islam melalui dukungan anggaran, pengembangan infrastruktur, serta peningkatan kompetensi tenaga pendidik. Selain itu, penguatan kolaborasi antara pemerintah, pengelola pendidikan Islam, akademisi, dan masyarakat memiliki kontribusi signifikan dengan efektivitas implementasi kebijakan. Temuan penelitian membuktikan keberhasilan pengembangan pendidikan Islam tidak harus selalu menyelesaikan kualitas perumusan kebijakan, namun konsistensi pelaksanaan serta evaluasinya di lapangan. Oleh sebabnya itu, penelitian selanjutnya disarankan guna menganalisiskan implementasi kebijakan pendidikan Islam yakni madrasah dan pesantren, dengan pendekatannya empiris yang lebih mendalam.