p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Karimah Tauhid
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Islamisasi Teknologi Pangan Berbasis Konsep Insan Adaby Syed Muhammad Naquib al-Attas dalam Pengembangan SDM Industri Pangan Halal Diana Mustafa; Nida Idzni; Aji Jumiono
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 6 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i6.24043

Abstract

Pertumbuhan industri pangan halal di Indonesia membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang tidak hanya menguasai aspek teknis, tetapi juga memiliki kesadaran spiritual dan tanggung jawab moral. Penelitian ini mengkaji penerapan konsep insan adaby yang digagas oleh Syed Muhammad Naquib al-Attas sebagai pendekatan dalam pengembangan SDM industri pangan halal yang berlandaskan ta’dib sebagai istilah yang digunakan untuk ‘pendidikan’ dalam Islam. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi literatur yang menganalisis karya al-Attas serta literatur industri halal dan manajemen SDM melalui tiga aspek: ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Hasil penelitian menunjukkan konsep insan adaby menawarkan konsep pengembangan SDM holistik yang mengintegrasikan kompetensi teknis teknologi pangan dengan tanggung jawab kepada Allah, masyarakat, dan lingkungan. Secara ontologis, SDM dipandang sebagai khalifah yang bertanggung jawab atas amanah. Secara epistemologis, ilmu teknologi pangan bersumber dari integrasi wahyu dan pengalaman. Secara aksiologis, keberhasilan diukur dari keberkahan dan kemaslahatan, bukan hanya keuntungan material. Tantangan penerapan meliputi integrasi nilai ta’dib dalam pendidikan dan pelatihan, keteladanan, serta adaptasi terhadap perkembangan teknologi. Konsep insan adaby sangat relevan diterapkan untuk menghasilkan SDM industri pangan halal yang profesional secara teknis sekaligus berintegritas dan bertanggung jawab secara spiritual.
Peran Codex Alimentarius dalam Harmonisasi Standar Keamanan Pangan dan Tantangan Implementasinya di Indonesia (Studi Kasus Regulasi Residu Pestisida pada Komoditas Pertanian Ekspor) Nida Idzni; Septa Sopiatun; Aji Jumiono
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 8 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i8.25448

Abstract

Implementasi standar Codex Alimentarius dalam sistem regulasi pangan nasional masih menjadi tantangan signifikan bagi Indonesia sebagai negara berkembang dengan potensi ekspor pangan yang besar. Codex Alimentarius Commission (CAC), badan antarpemerintah bentukan FAO dan WHO sejak 1963, memperoleh legitimasi hukum melalui WTO/SPS Agreement sebagai acuan utama perdagangan pangan global, mencakup aspek keamanan pangan, pelabelan, higiene, residu pestisida, kontaminan, dan bahan tambahan pangan. Artikel ini mengkaji peran Codex sebagai acuan global standar keamanan pangan, menelaah mekanisme komite-komite teknisnya, menganalisis hubungannya dengan FAO, WHO, dan WTO, serta mengidentifikasi tantangan harmonisasi di Indonesia. Regulasi residu pestisida pada komoditas teh digunakan sebagai studi kasus konkret kesenjangan implementasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan telaah regulasi komparatif dan analisis kesenjangan. Hasil kajian mengidentifikasi tiga tipe kesenjangan kritis: (I) inkonsistensi nilai BMR Indonesia terhadap Codex, (II) ketiadaan BMR spesifik untuk pestisida aktif pada komoditas ekspor tertentu, dan (III) disparitas antara standar Codex dengan persyaratan pasar ekspor EU yang lebih restriktif. Kebaruan artikel ini terletak pada pemetaan tiga lapis kesenjangan secara simultan beserta implikasinya terhadap kebutuhan tiered standard untuk pasar domestik dan ekspor. Artikel merumuskan implikasi kebijakan bagi enam kelompok pemangku kepentingan untuk memperkuat harmonisasi regulasi pangan Indonesia dengan standar Codex.