p-Index From 2021 - 2026
0.562
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Karimah Tauhid
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Implementasi Model SAVI Berbasis Mind Mapping dan Role Playing untuk Meningkatkan Keterampilan Literasi serta Komunikasi Formal pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar Khamdika Nur Anggraini; Zahrani Tazqia
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 6 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i6.24895

Abstract

Penelitian difokuskan untuk menangani kendala pengajaran Bahasa Indonesia di tingkat sekolah dasar, terutama soal minimnya kemampuan literasi saat mengenali gagasan inti serta rintangan berbicara formal karena campur tangan bahasa lokal. Pendekatan yang dipakai adalah tinjauan pustaka (library research) dengan karakter deskriptif kualitatif guna menelaah manfaat perubahan taktik pengajaran. Temuan analisis mengungkap bahwa kesulitan siswa merangkai ikhtisar teks cerita panjang berasal dari tekanan berpikir berlebih tanpa penopang gambar. Penerapan model SAVI (Somatic, Auditory, Visual, Intellectual) yang digabungkan dengan Mind Mapping berhasil menyusun pola pemikiran lewat elemen visual yang nyata. Di samping itu, teknik Role Playing sukses mengurangi kebiasaan dialek santai serta memupuk keyakinan siswa untuk berbahasa dengan istilah standar. Kesimpulan penelitian ini memperkuat bahwa perpaduan metode berbasis indera ganda dan keterlibatan aktif mampu mengganti suasana belajar dari tradisional menjadi hidup, sehingga kemajuan pembelajaran siswa tercapai secara maksimal.
Peningkatan Pemahaman Konsep Perubahan Wujud Benda melalui Metode Home Lab pada Siswa Sekolah Dasar Zahrani Tazqia; Khamdika Nur Anggraini
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 7 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i7.24977

Abstract

Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di tingkat sekolah dasar memainkan peran krusial dalam membentuk fondasi pemahaman konsep-konsep saintifik bagi peserta didik. Namun demikian, dalam praktik pembelajaran, siswa masih sering menghadapi tantangan dalam menguasai konsep yang bersifat abstrak, salah satunya adalah materi perubahan wujud benda. Sebagai salah satu solusi alternatif, dapat diterapkan metode Home Lab, yaitu pembelajaran berbasis eksperimen sederhana yang dilaksanakan di lingkungan rumah melalui pemanfaatan alat dan bahan yang gampang ditemui di lingkungan sekitar.  Penelitian ini bertujuan untuk menelaah penerapan metode Home Lab guna meningkatkan penguasaan konsep perubahan wujud benda pada siswa sekolah dasar lewat pendekatan studi literatur. Data pada penelitian ini didapat dari beragam sumber pustaka yang terkait, seperti jurnal ilmiah, buku, serta temuan penelitian sebelumnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa metode Home Lab mampu membantu siswa memahami konsep perubahan wujud benda secara lebih konkret karena memberikan pengalaman belajar langsung pada proses belajar mengajar. Di samping itu, metode ini pun mampu meningkatkan keterlibatan aktif siswa, memperkuat motivasi belajar, serta mengaitkan materi pembelajaran dengan fenomena yang muncul dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, metode Home Lab dapat dipertimbangkan sebagai alternatif pembelajaran IPA yang efektif dalam meningkatan penguasaan konsep siswa sekolah dasar, terutama pada materi perubahan wujud benda.
Tingkat Penguasaan Present Simple dan Present Continuous pada Siswa Pemula Zahrani Tazqia
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 3 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i3.22646

Abstract

Menyusun paragraf singkat dalam bahasa Inggris menuntut pemahaman yang mendalam mengenai tata bahasanya, khususnya penggunaan tense pada present simple tense dan present continuous tense. Meski begitu, tidak sedikit siswa yang mengalami kesulitan membedakan tenses, sehingga kerap membuat kesalahpahaman dalam memahami materi, sehingga kesalahan terus berulang saat konsep tersebut diterapkan. Penelitian ini difokuskan pada upaya mengidentifikasi bentuk kekeliruan yang dilakukan siswa pemula dalam membedakan dua konsep, serta faktor-faktor yang melatarbelakanginya. Penelitian ini menerapkan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa tes tertulis yang dirancang menggunakan kalimat sederhana. Temuan penelitian ini mengungkapkan bahwa present simple lebih mudah dipahami dibandingkan dengan present continuous yang harus menggunakan to be dan -ing, dan present simple lebih mudah dipahami karena sering digunakan untuk untuk kehidupan sehari-hari. Dalam hasil penelitian juga yang membuat pemula sulit memahami atau menguasai present simple dikarenakan kurangnya latihan dan jarang menggunakan kedua tense tersebut. Menulis dan listening strategi paling efektif untuk meningkatkan penguaan kedua tense.