Penelitian difokuskan untuk menangani kendala pengajaran Bahasa Indonesia di tingkat sekolah dasar, terutama soal minimnya kemampuan literasi saat mengenali gagasan inti serta rintangan berbicara formal karena campur tangan bahasa lokal. Pendekatan yang dipakai adalah tinjauan pustaka (library research) dengan karakter deskriptif kualitatif guna menelaah manfaat perubahan taktik pengajaran. Temuan analisis mengungkap bahwa kesulitan siswa merangkai ikhtisar teks cerita panjang berasal dari tekanan berpikir berlebih tanpa penopang gambar. Penerapan model SAVI (Somatic, Auditory, Visual, Intellectual) yang digabungkan dengan Mind Mapping berhasil menyusun pola pemikiran lewat elemen visual yang nyata. Di samping itu, teknik Role Playing sukses mengurangi kebiasaan dialek santai serta memupuk keyakinan siswa untuk berbahasa dengan istilah standar. Kesimpulan penelitian ini memperkuat bahwa perpaduan metode berbasis indera ganda dan keterlibatan aktif mampu mengganti suasana belajar dari tradisional menjadi hidup, sehingga kemajuan pembelajaran siswa tercapai secara maksimal.
Copyrights © 2026