Apriyani Puji Hastuti
Institut Teknologi Sains dan Kesehatan RS dr. Soepraoen Malang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Correlation Between Self-Efficacy and Resilience Among Final-Year Students Working on Their Final Assignment Shinta Dewi Latifa Narzhammi Putri; Apriyani Puji Hastuti; Indari Indari
Nursing Information Journal Vol. 5 No. 2 (2026): Nursing Information Journal
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/nij.v5i2.1040

Abstract

The increased academic demands faced by final-year students during the final assignment writing process have raised concerns about their psychological capacity, particularly self-efficacy and resilience. This study aims to analyze the correlation between self-efficacy and resilience among final-year nursing students at ITSK RS dr. Soepraoen in Malang. This study employed a quantitative correlational design with a cross-sectional approach. Data were collected using validated questionnaires, namely the General Self-Efficacy Scale (GSES) and the Resilience Questionnaire Test (RQ-Test), from 51 respondents using total sampling. The results indicated that the majority of respondents had low levels of self-efficacy and resilience. Statistical analysis using Spearman’s correlation test revealed a significant correlation between self-efficacy and resilience (p < 0.05) with a strong negative correlation coefficient (r = -0.814). This indicates that variations in self-efficacy scores are associated with variations in resilience levels among the respondents. However, because it used a cross-sectional design, this study cannot establish a causal correlation. The research findings should be interpreted with caution because this study did not directly measure other psychological factors such as stress or anxiety that may influence both variables. Therefore, the correlation found is likely influenced by other variables
Pengaruh Pijat Bayi Terhadap Peningkatan Berat Badan Bayi Pada Usia 6-12 Bulan Apriyani Puji Hastuti; Rifatul Fani
Journal of Islamic Medicine Vol 10, No 1 (2026): Journal of Islamic Medicine
Publisher : Faculty of Medicine and Health Sciences, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jim.v10i1.40360

Abstract

Latar belakang: Berat badan bayi merupakan indikator utama pertumbuhan dan status kesehatan secara keseluruhan. Pertambahan berat badan optimal selama masa bayi mencerminkan nutrisi yang memadai, fungsi metabolisme, dan kemajuan perkembangan. Pijat bayi adalah intervensi non-farmakologis yang diyakini dapat meningkatkan sirkulasi darah, meningkatkan fungsi pencernaan, dan merangsang hormon yang berhubungan dengan pertumbuhan, yang dapat berkontribusi pada peningkatan berat badan pada bayi. Tujuan: Studi ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pijat bayi terhadap pertambahan berat badan pada bayi usia 6-12 bulan. Metode: Studi ini menggunakan desain pra- eksperimental One Group Pretest-Posttest. Sebanyak 74 bayi dipilih dari populasi 90 menggunakan pengambilan sampel berurutan. Intervensi terdiri dari pijat bayi konvensional yang diberikan delapan kali selama empat minggu. Berat badan bayi diukur sebelum dan sesudah intervensi. Data dianalisis menggunakan Uji T Berpasangan untuk menentukan pengaruh pijat bayi terhadap peningkatan berat badan. Hasil: Hasil menunjukkan peningkatan berat badan rata-rata bayi dari 7,1419 kg sebelum intervensi menjadi 7,5243 kg setelah intervensi. Analisis statistik menggunakan Uji T Berpasangan menunjukkan nilai p 0,000 (p 0,05), yang menunjukkan peningkatan berat badan yang signifikan secara statistik setelah pijat bayi. Kesimpulan: Pijat bayi memiliki pengaruhsignifikan terhadap peningkatan berat badan pada bayi usia 6-12 bulan. Oleh karena itu,pijat bayi dapat dianggap sebagai intervensi non-farmakologis yang efektif dan aman untuk mendukung pertumbuhan bayi yang optimal.