Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Praktik Disiplin dan Normalisasi Mahasiswa FISIP Universitas Sriwijaya Perspektif Michel Foucault M Redho Nopansyah; Yusela Anida; Cantika; Viero Varbi Sununianti; Istiqoma; Deni Aries Kurniawan
QAWIUN : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): 2026
Publisher : PT.Hassan Group Publiseher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qw.v2i1.840

Abstract

Penelitian ini membahas praktik disiplin dan normalisasi dalam kehidupan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sriwijaya dengan menggunakan perspektif Michel Foucault. Perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai ruang transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai arena relasi kuasa yang bekerja melalui mekanisme disiplin untuk membentuk perilaku dan kesadaran mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk praktik disiplin, proses normalisasi, serta relevansi konsep panoptikon dalam memahami pengawasan dalam kehidupan kampus. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi dan studi dokumentasi terhadap aktivitas akademik, organisasi mahasiswa, serta aturan kampus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik disiplin diterapkan melalui sistem kehadiran, evaluasi akademik, batas waktu pengumpulan tugas, dan norma organisasi yang mendorong mahasiswa menyesuaikan diri dengan standar institusi. Pengawasan tidak hanya dilakukan oleh dosen dan institusi, tetapi juga berlangsung melalui interaksi antar mahasiswa serta penggunaan media digital. Selain itu, proses normalisasi membentuk standar mengenai “mahasiswa ideal” yang disiplin, aktif, dan produktif. Perkembangan teknologi digital juga memperluas praktik pengawasan melalui panoptikon digital dalam media sosial dan platform pembelajaran daring. Praktik disiplin tersebut mampu menciptakan keteraturan dan efektivitas akademik, namun pada saat yang sama juga membentuk subjektivitas mahasiswa dan membatasi ruang kebebasan individu. Dengan demikian, disiplin dalam kehidupan kampus dapat dipahami sebagai bentuk kekuasaan yang bekerja secara halus melalui pengawasan dan normalisasi yang berlangsung secara berkelanjutan.