Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Stigma Terhadap Guru Muslim di Sekolah Katolik Deni Aries Kurniawan; Daniel Theodore Sparringa; Tuti Budirahayu
Journal of Urban Sociology Volume 6 No 1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/jus.v1i1.2781

Abstract

AbstractThis study aims to explore the stigma received by Muslims who work in Catholic schools and the stigma management carried out by the subject for stigmatization and at the same time as an effort to reduce the social tension that arises. Departing from an interpretive paradigm, this study explores four subjects who work as teachers in a Catholic school in the city of Surabaya. This study uses in-depth interviews for data collection techniques. This study finds that being a teacher in a Catholic school is a story about fighting against the notion of 'deviance'; 'strange'; as well as 'taboo' in the midst of a multicultural society. Therefore, identity as a teacher in a Catholic school has led to a response that ends in stigma within each subject. The stigma comes from the closest environment, namely the spouse's relatives and peers who are fellow Muslims. These forms of stigma include being considered deviant, sarcasm, and being labeled as infidel. Meanwhile, stigma management , which is carried out as an effort to manage stigma and reduce tension, is to clarify, make the stigma a source of humor, and hide the stigmatized identity. This study also found a new concept called 'manoritas'.Keywords : Identity; Manoritas; Stigma; Stigma Management
Analisis Wacana Kritis terhadap Representasi Gender dalam Iklan Elektronik di Era Globalisasi Rizki, Putri Meylina; Agustin, Nur Shafira; Rahmawati, Zulfatri; Sununianti, Vieronica Varbi; Kurniawan, Deni Aries
Jurnal Wanita dan Keluarga Vol 5 No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Pusat Studi Wanita dan Keluarga UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jwk.18045

Abstract

Globalization has brought significant changes in various aspects of human life, including the representation of gender in advertisements. This study aims to critically analyze the representation of gender change in electronic advertisements using a qualitative method, analyzed through Norman Fairclough's critical discourse analysis approach. The advertisements chosen for analysis are “Segampang Itu Nyuci Noda Kalau Ada Proclin” and the Sunlight product advertisement featuring a man, “Wih kok bisa Sunlight sebagus ini!”. The analysis is carried out using the three dimensions of discourse analysis identified by Fairclough: text, discourse practice, and social practice. The analysis results show that the representation of gender change in these electronic advertisements indicates that both ads function not only as tools for product promotion but also as instruments for social change. These advertisements support the discourse of gender equality and have the potential to influence public perceptions of gender roles within the household. Thus, advertisements do not merely reflect social reality but can also shape and alter societal views regarding the division of gender roles.
Konstruksi Sosial Berbasis Gender Pengemudi Ojek Online Perempuan di Kota Surabaya Aries Kurniawan, Deni
Iapa Proceedings Conference 2024: Resiliensi Indonesia dalam Pusaran Disrupsi Global
Publisher : Indonesian Association for Public Administration (IAPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30589/proceedings.2024.1056

Abstract

Studi ini berangkat dari adanya perkembangan teknologi digital, yang memberikan kesempatan kepada perempuan untuk berdiri sejajar dengan laki-laki, sekaligus membuka pintu bagi perempuan untuk tampil pada ranah publik—yaitu melalui pekerjaan menjadi pengemudi ojek online. Empat orang perempuan yang berprofesi sebagai pengemudi ojek online di kota Surabaya diwawancarai dengan menggunakan pendekatan kualitatif—dan ditentukan dengan metode purposive. Studi ini menemukan bahwa melalui proses eksternalisasi, subjek studi mencoba mencari informasi mengenai pekerjaan sebagai pengemudi ojek online yang dianggap oleh masyarakat sebagai pekerjaan laki-laki itu melalui lingkungan sekitar—antara lain keluarga, teman, maupun dengan mengamati fenomena adanya perempuan yang bekerja pada sektor ini. Selain itu, proses eksternalisasi tersebut juga terlihat dari adanya alasan subjek studi ini memilih untuk 'terjun' pada pekerjaan ojek online yaitu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari serta adanya kemudahan persyaratan untuk melamar. Lebih lanjut kemudian, proses adaptasi sebagai pengemudi ojek online juga merupakan bentuk dari proses eksternalisasi—yang dilakukan melalui cara interaksi dengan sesama pengemudi ojek; bercanda; bertanya terkait kendala yang dialami maupun ikut perkumpulan sesama pengemudi. Sedangkan proses objektifikasi itu terlihat dari adanya anggapan subjek studi yang menilai pekerjaan ini sebagai bentuk kesetaraan antara perempuan dengan laki-laki serta hambatan bagi subjek studi dalam menekuni pekerjaan baru yaitu adanya kendala teknis. Terakhir, adalah proses internalisasi yang merupakan wujud identifikasi subjek studi dengan dunia ojek online. Bentuk internalisasi itu antara lain pemakluman subjek studi atas penolakan customer karena alasan gender dan adanya peran ganda yang harus dilakukan oleh subjek studi yaitu mengurus rumah dan bekerja pada ranah publik. Dengan demikian, studi ini menyimpulkan bahwa bekerja pada ranah publik serta masuk dalam pekerjaan sektor informal memunculkan tantangan bagi subjek studi ini—adanya konstruksi sosial bahwa pekerjaan ini merupakan pekerjaan yang dilakukan oleh laki-laki menghadirkan implikasi berupa penolakan dari pelanggan maupun stigma negatif dari masyarakat. Hal yang juga menunjukkan bahwa terdapat konstruksi sosial tentang pembagian pekerjaan berbasis gender pada masyarakat. Akan tetapi, hadirnya perempuan dalam sektor ini menandakan bahwa perempuan dengan laki-laki memiliki hak yang sama—sekaligus memperlihatkan bahwa perempuan mampu bekerja pada sektor yang selama ini dianggap pekerjaan laki-laki dan menjadikan sebagai sumber pendapatan keluarga.
Analisis Nilai Patriarki dalam Putusan Sidang Cerai Gugat di Pengadilan Agama Sawahlunto Reftantia, Ghina; Asni Sari, Kurnia; Aries Kurniawan, Deni; Dwi Hapsari, Yuanita
Iapa Proceedings Conference 2024: Resiliensi Indonesia dalam Pusaran Disrupsi Global
Publisher : Indonesian Association for Public Administration (IAPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30589/proceedings.2024.1038

Abstract

Cerai gugat merupakan putusnya hubungan perkawinan karena adanya gugatan yang diajukan oleh pihak istri. Jumlah perkara cerai gugat jauh lebih banyak jika dibandingkan dengan jumlah perkara cerai talak. Tidak dapat dipungkiri baik secara sadar atau pun tidak sadar dan langsung mau pun tidak langsung bahwa nilai-nilai patriarki telah menyebabkan ketidakadilan dan ketidaksetaraan gender seperti adanya subordinasi, dominasi, pelecehan seksual, perceraian, dll. Tulisan ini bertujuan untuk membahas dan menganalisis nilai-nilai patriarki dalam hasil putusan sidang perkara cerai gugat Pengadilan Agama Sawahlunto tahun 2022-2023. Teori yang digunakan untuk membahas penelitian ini ialah teori strukturasi Anthonny Giddens, sementara metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah gabungan metode kuantitatif dan kualitatif, yang mana metode kuantitatif digunakan untuk memperoleh data angka berupa hasil persentase dari keseluruhan putusan sidang cerai gugat. Sementara metode kualitatif digunakan untuk menjelaskan dan menganalisis nilai-nilai patriarki yang menyebabkan terjadinya cerai gugat tersebut. Ada pun data yang dianalisis dalam penelitian ini ialah seluruh data hasil putusan sidang perkara cerai gugat di Pengadilan Agama Sawahlunto Tahun 2022-2023. Hasil dari penelitian ini adalah nilai-nilai patriarki telah mempengaruhi kehidupan rumahtangga pasangan suami istri dan menyebabkan beberapa masalah dalam rumahtangga seperti adanya KDRT, poligami, perselingkuhan, campur tangan keluarga, dll.
Bertahan di tengah keterbatasan: studi fenomenologi pemulung di Surabaya Imami, Teguh; Kurniawan, Deni Aries; Hapsari, Yuanita Dwi; Reftantia, Ghina; Annisa, Silvia
Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi Vol. 14 No. 1 (2025): Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi
Publisher : Departemen Pendidikan Sosiologi FISHIPOL UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/dimensia.v14i1.76751

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mendalami pengalaman kaum urban yang menjadi pemulung serta tinggal di atas makam Rangkah Surabaya. Studi kualitatif dengan wawancara mendalam digunakan oleh peneliti untuk mendeskripsikan kehidupan mereka. Studi ini menggunakan teori fenomenologi yang digagas oleh Alfred Schutz. Hasil dari studi ini menunjukkan bahwa subjek studi memiliki pengalaman hidup dalam kondisi yang serba terbatas ketika berada di desa. Kondisi yang serba terbatas itu menjadi alasan untuk mereka melakukan urbanisasi ke kota Surabaya. Akan tetapi, kehidupan mereka ketika di Surabaya juga tidak lebih baik daripada kondisi sebelumnya, karena ketrampilan dan pendidikan yang kurang memadai"”bahkan harus mengalami tantangan baru berupa stigmatisasi atas pekerjaan mereka sebagai pemulung. Pengalaman yang tidak pernah mereka dapatkan ketika tinggal di desa. Pada akhirnya, di tengah kehidupan yang serba terbatas di kota itu, membuat mereka harus tinggal di makam Rangkah dengan berbagai resiko seperti penggusuran dan penyakit sebagai cara mereka untuk bertahan hidup. This study explores the experiences of urbanites who are scavengers and live above the Rangkah grave in Surabaya. Researchers use qualitative studies with in-depth interviews to describe their lives. This study uses the phenomenological theory initiated by Alfred Schutz. The results of this study show that the study subjects had experience of living in limited conditions when they were in the village. These limited conditions became the reason for them to urbanize to the city of Surabaya. However, their lives in Surabaya were no better than before, due to inadequate skills and education - they even had to experience new challenges in the form of stigmatization of their work as scavengers. An experience they never had when living in the village. In the end, amidst the limited life in the city, they had to live in the cemetery area. 
PERSPEKTIF JEAN BAUDRILLARD DALAM GAYA HIDUP KONSUMTIF PENGGUNA SHOPEE PAYLATER Simanullang, Inelda; Kayla Chelsie Anindra; Nyayu Tania Wulandari; Deni Aries Kurniawan; Vieronica Varbi Sununianti; Istiqoma
An-Nas Vol. 9 No. 1 (2025): AN-NAS: Jurnal Humaniora
Publisher : Fakultas Syariah dan Adab Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32665/annas.v9i1.4485

Abstract

This study examines the impact of simulacrum-based consumption, particularly in the context of Shopee PayLater usage, on consumer behavior and financial sustainability. The study identifies how consumers are influenced by promotional strategies and social status rather than actual financial capacity. The research employs a qualitative approach by analyzing user behavior patterns and financial implications of installment-based consumption. The findings indicate that Shopee PayLater fosters an illusion of ownership, leading to increased consumer debt and a lack of financial awareness. Additionally, the study highlights a shift in consumer habits from necessity-driven purchases to image-based consumption. The conclusion emphasizes the importance of financial literacy to mitigate excessive reliance on digital credit services. The study suggests that both consumers and e-commerce platforms should take a more responsible approach to financial management to prevent long-term financial instability.
Masyarakat SIMULASI DAN SIMULAKRA JEAN BAUDRILLARD DALAM DINAMIKA BUDAYA KONSUMSI BERLEBIHAN MASYARAKAT POSTMODERN TRI PUSPA AGUSTINA; Rachel Meriah Piouli M; Vieronica Varbi Sununianti; Istiqoma; Deni Aries Kurniawan
An-Nas Vol. 9 No. 1 (2025): AN-NAS: Jurnal Humaniora
Publisher : Fakultas Syariah dan Adab Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32665/annas.v9i1.4478

Abstract

This research analyzes the phenomenon of hyperconsumption in modern society based on Jean Baudrillard's theory of simulation and simulacra. The formulation of the problems raised are: How does the process of simulation and simulacra contribute to excessive consumption, and what are the theoretical and practical implications for postmodern society. This research uses a literature study approach (narrative review), namely by analyzing relevant scientific writings, books, and journal articles. The results show that media, advertising, and digital technology contribute to creating false needs and images that transcend reality, resulting in hyperreality and implosion of meaning. This encourages people to continue consuming to fulfill identity and recognition needs, not functional needs. This research also found the need for critical awareness and a broader theoretical approach to create a more humane, just and appropriate consumption model.
REPRODUKSI BUDAYA PADA SANGGAR SENI PINCUK DALAM PELESTARIAN TARI TRADISIONAL DI SURAKARTA Hapsari, Yuanita Dwi; Ghina Reftantia; Verbena Ayuningsih Purbasari; Deni Aries Kurniawan; Ahmad Wildan Habibi
An-Nas Vol. 9 No. 2 (2025): AN-NAS: Jurnal Humaniora
Publisher : Fakultas Syariah dan Adab Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32665/annas.v9i2.5519

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam peran Sanggar Seni Pincuk dalam pelestarian tari tradisional Surakarta melalui perspektif teori reproduksi budaya Pierre Bourdieu. Sebagai salah satu pusat pembelajaran dan pengembangan seni tari tradisional, sanggar ini memainkan peranan strategis dalam mentransmisikan keterampilan teknis, pengetahuan sejarah, nilai-nilai budaya, dan makna simbolik yang terkandung dalam tradisi tari kepada generasi muda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui observasi partisipatif terhadap proses pembelajaran, wawancara mendalam dengan pengajar, siswa, serta tokoh masyarakat, dan analisis dokumen terkait sejarah serta aktivitas sanggar. Analisis data dilakukan secara tematik dengan memanfaatkan konsep habitus, ranah (field), dan modal (capital) dari Bourdieu untuk mengidentifikasi mekanisme pewarisan dan reproduksi budaya. Hasil penelitian mengungkap bahwa proses reproduksi budaya di Sanggar Seni Pincuk berlangsung melalui pembiasaan yang konsisten, latihan intensif, penanaman disiplin seni, serta keterlibatan aktif dalam pementasan di tingkat lokal hingga nasional. Modal budaya terwujud dalam keterampilan teknis dan pengetahuan tradisi, modal sosial terbentuk melalui jejaring antar seniman dan komunitas seni, sedangkan modal simbolik muncul melalui pengakuan prestasi sanggar. Habitus yang dihasilkan tidak hanya menginternalisasi teknik tari, tetapi juga membentuk identitas kultural yang kuat. Temuan ini menegaskan pentingnya dukungan lintas pihak dan strategi adaptif dalam pelestarian tari tradisional tanpa menghilangkan esensi budayanya.
Dinamika Budaya dan Ekonomi dalam Perawatan Lansia Ketergantungan pada Masyarakat Minangkabau Tresno, Tresno; Rifai, Muhammad; Hapsari , Yuanita Dwi; Kurniawan, Deni Aries; Oktanedi, Aldri
Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya (Journal of Social and Cultural Anthropology) Vol. 10 No. 2 (2025): Januari
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/antro.v10i2.68916

Abstract

The Indonesian government has developed an elderly care program through Posyandu Lansia, a community-based health service at the lowest administrative level. However, this program tends to overlook the cultural and economic dynamics that influence medical treatment for dependent elderly individuals. This article examines the relationship between culture and economy in the medical treatment choices of dependent elderly individuals. The research employs an ethnographic method, collecting data through observations, in-depth interviews, kinship diagrams, and life history analysis. Informants were selected using purposive sampling, consisting of dependent elderly individuals and informal caregivers. The data were analyzed descriptively through case studies of dependent elderly individuals. The findings reveal that elderly medical treatment is carried out simultaneously through both traditional and modern medicine. Dependent elderly individuals are often labeled as suffering from sakit tuo (old-age illness). This term has dual meanings: it refers both to the socioeconomic condition of the elderly, who are no longer able to engage in social and economic activities and therefore require family care, and to the physical and psychological health deterioration that occurs with aging, which is treated using both traditional and modern medicine. Economically disadvantaged dependent elderly individuals can only access medical treatment from midwives and community health centers puskesmas, as these services are relatively low-cost. In contrast, wealthier elderly individuals can afford private medical practitioners and hospital treatment. This disparity makes impoverished elderly individuals more vulnerable in receiving adequate care in the future.
SIMULAKRA DAN HIPERREALITAS DALAM RUANG DIGITAL: PERAN INFLUENCER TIKTOK TERHADAP KONSTRUKSI CITRA SERTA KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK KECANTIKAN PADA GENERASI Z Deni Aries Kurniawan; Adelia Lucky Pratiwi; Tasya Wulandari; R.A. Amelya Salsabila; Eko Mulyono
An-Nas Vol. 9 No. 2 (2025): AN-NAS: Jurnal Humaniora
Publisher : Fakultas Syariah dan Adab Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32665/annas.v9i2.5530

Abstract

Media sosial telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan Generasi Z, terutama dalam memengaruhi pola konsumsi mereka. TikTok sebagai salah satu platform yang paling populer di kalangan generasi ini, memegang peranan besar dalam membentuk tren dan perilaku konsumtif, salah satunya dalam hal pembelian produk kecantikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran influencer dan media sosial TikTok dalam membentuk keputusan pembelian produk kecantikan di kalangan Generasi Z. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan 7 subjek dari kalangan mahasiswa Generasi Z yang merupakan pengguna aktif TikTok. Teori simulasi dan hiperrealitas milik Jean Baudrillard digunakan sebagai alat analisis untuk memahami bagaimana representasi simbolik di media sosial memengaruhi realitas konsumsi. Hasil diskusi menunjukkan bahwa influencer di TikTok tidak hanya mempromosikan produk, tetapi juga melakukan konstruksi atas citra dan standar kecantikan yang ideal. Citra yang disajikan melalui konten sering kali menjadi hiperrealitas yang lebih dapat dipercaya daripada realitas objektif. Hal ini menunjukkan bahwa keputusan pembelian Generasi Z sangat dipengaruhi oleh citra yang terbentuk melalui media sosial, bukan semata-mata karena kebutuhan. Penelitian ini menegaskan bahwa media sosial, khususnya TikTok, telah menjadi ruang simulasi di mana makna dan identitas konsumtif dibentuk dan dinegosiasikan